Abstrak - WiFi.id Manage Service (WMS) merupakan layanan jaringan publik yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengakses internet. Namun, penggunaan jaringan publik memiliki risiko keamanan yang tinggi, terutama terkait dengan serangan sniffing, autentikasi yang tidak aman, dan eksploitasi port terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keamanan jaringan WiFi.id Manage Service (WMS) melalui metode komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan dalam kondisi trafik tinggi, yaitu mulai pukul 17.00 WIB, menggunakan berbagai teknik, termasuk pemindaian IP Address, sniffing paket data dengan Wireshark, port scanning dengan Nmap, dan analisis autentikasi pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 65% lalu lintas jaringan masih menggunakan protokol HTTP, yang rentan terhadap penyadapan, sedangkan 35% menggunakan HTTPS, yang lebih aman karena terenkripsi. Pengujian port scanning mengungkapkan bahwa beberapa perangkat memiliki port sensitif terbuka, seperti port 22 (SSH) dan 3389 (RDP), yang dapat menjadi target serangan. Selain itu, ditemukan bahwa 50% pengguna masih menggunakan autentikasi berbasis HTTP yang tidak terenkripsi, sementara 30% menggunakan HTTPS dan 20% menggunakan VPN untuk meningkatkan keamanan. Berdasarkan hasil temuan ini, dapat disimpulkan bahwa jaringan WiFi.id Manage Service (WMS) masih memiliki beberapa celah keamanan yang dapat dieksploitasi. Untuk meningkatkan keamanan jaringan, disarankan untuk mewajibkan penggunaan HTTPS dan SSL/TLS, menerapkan DNS over HTTPS (DoH) atau DNS over TLS (DoT), menutup atau mengamankan port terbuka yang tidak diperlukan, serta menyarankan pengguna untuk menggunakan VPN saat mengakses jaringan publik. Dengan penerapan rekomendasi tersebut, diharapkan tingkat keamanan WiFi.id Manage Service (WMS) dapat meningkat dan risiko eksploitasi jaringan dapat diminimalkan.