Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang sangat potensial di Indonesia karena letaknya di daerah tropis dengan paparan matahari rata-rata 10–12 jam per hari. Namun, efisiensi panel fotovoltaik (PV) yang dipasang secara statis masih terbatas akibat perubahan posisi matahari sepanjang hari sehingga hanya menghasilkan daya optimal pada waktu tertentu. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini merancang dan menguji sistem solar tracker dual-axis berbasis mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT) dan dikendalikan menggunakan algoritma fuzzy logic. Sistem dirancang dengan empat sensor LDR sebagai pendeteksi intensitas cahaya, dua motor servo ber-torsi tinggi sebagai aktuator pada sumbu azimuth dan elevasi, serta modul ESP32 yang memproses data secara cerdas menggunakan fuzzy logic untuk menentukan orientasi optimal panel surya. Selain itu, integrasi IoT memungkinkan pemantauan parameter listrik secara real-time melalui aplikasi blynk. Pengujian dilakukan selama tiga hari pada panel monokristalin 30 Wp dengan kondisi irradiance bervariasi. Data yang dikumpulkan meliputi tegangan, arus, daya, energi, efisiensi panel, serta irradiance sebagai parameter pembanding. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya panel meningkat seiring dengan kenaikan irradiance, sedangkan efisiensi cenderung stabil pada kisaran 10–12%. Rata-rata efisiensi panel surya yang menggunakan solar tracker dual-axis tercatat sebesar 11,43%, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan panel statis yang hanya mencapai 2,7%. Meskipun sistem solar tracker memerlukan tambahan energi listrik untuk menggerakkan aktuator, energi tersebut sepenuhnya diperoleh dari panel surya yang disimpan dalam baterai. Dengan demikian, sistem dapat beroperasi secara mandiri, dan peningkatan efisiensi yang dihasilkan jauh melampaui konsumsi energi untuk penggeraknya sehingga tetap menghasilkan surplus energi bersih.