Masalah pencemaran lingkungan akibat aktivitas transportasi laut menjadi perhatian utama bagi International Maritime Organization (IMO) dan para pemangku kepentingan. Untuk mengurangi dampak negatif emisi dari kapal terhadap kualitas udara, IMO menetapkan regulasi global melalui MARPOL 73/78. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif untuk mengevaluasi efektivitas empat jenis bahan bakar berdasarkan kinerja mesin, tingkat emisi, dan aspek biaya. Analisis dilakukan melalui simulasi menggunakan perangkat lunak Diesel-RK serta perhitungan manual pada mesin diesel laut empat langkah tipe C32 ACERT yang umum digunakan pada kapal tanker minyak. Keempat jenis bahan bakar yang diuji, yakni High Sulfur Fuel Oil (HSFO), Low Sulfur Fuel Oil (LSFO), Ultra-Low Sulfur Fuel Oil (ULSFO), dan Biosolar B30, memiliki kadar sulfur yang berbeda namun digunakan pada mesin yang sama. Secara umum, HSFO merupakan bahan bakar dengan harga paling ekonomis dibandingkan ketiga bahan bakar lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biosolar B30 memberikan performa mesin tertinggi dengan capaian sebesar 88,88%. Dari sisi emisi, ULSFO menunjukkan tingkat emisi NOx dan SO₂ paling rendah, masing-masing dengan persentase rata-rata 39,1% dan 0,02% dibandingkan emisi tertinggi. Sementara itu, untuk emisi CO₂, Biosolar B30 menghasilkan emisi paling rendah dengan rata-rata pengurangan sebesar 90%. Di sisi lain, dari aspek biaya operasional tanpa penggunaan scrubber, Biosolar B30 tercatat sebagai bahan bakar dengan harga tertinggi, yakni sebesar 77% dari total biaya operasional.