Permasalahan utama yaitu pengeringan umumnya masih memanfaatkan sinar matahari, penjemuran gabah yang tidak dapat dilakukan pada saat musim hujan dan membutuhkan lahan luas, serta rentan terhadap gangguan hewan ternak. Gabah hasil panen pada saat musim hujan memiliki kadar air gabah tinggi sehingga kualitas gabah menjadi rendah dan harga jual rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan perancangan alat pengering gabah. Perancangan dilakukan melalui tahapan pemilihan jenis pengering, penentuan kriteria perancangan, konsep desain awal pengering, analisis termal dan mekanikal, evaluasi, serta gambar kerja. Pada bagian pembuatan, tahapan yang dilakukan antara lain perencanaan proses pembuatan, pengadaan alat dan bahan, serta uji fungsional. Proses pembuatan pengering ini meliputi pengerolan, pemotongan, pengelasan, pembubutan, dan penekukan, selanjutnya dilakukan pengujian performa untuk mengevaluasi kinerjanya. Parameter yang diuji meliputi temperatur udara panas, kecepatan aliran udara, waktu pengeringan, dan kadar air gabah, analisis tahapan ini data didapat dari pengujian, data ini dianalisis untuk menentukan efisiensi proses pengeringan. Komponen utama alat ini meliputi drum, penabur, blower, pemanas listrik, motor penggerak, gearbox, sistem transmisi daya, dan rangka. Spesifikasi utama alat ini mencakup blower 150 W dengan debit udara 200 - 800 m³/jam dan kecepatan 2 m/s - 4,5 m/s, pemanas listrik 2400 W, serta kecepatan putar drum 15 rpm. Pengujian dilakukan pada temperatur 50 oC–60 °C dan kecepatan udara 2 m/s - 4,5 m/s selama 66–80 menit. Berdasarkan hasil pengujian hasil terbaik diperoleh pada 60 °C dan kecepatan udara 4,5 m/s dengan durasi 66 menit, menghasilkan kadar air akhir sekitar 14%. Efisiensi pengeringan berkisar antara 76% hingga 92,1%.