Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan makanan tradisional sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal pada anak usia 5–6 tahun di TK Mardatillah Desa Padang Tanggung, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya pemahaman anak terhadap makanan tradisional daerah serta minimnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran PAUD. Makanan tradisional, khususnya pulut kucung, dipandang memiliki nilai budaya, sosial, dan edukatif yang relevan untuk menstimulasi perkembangan anak secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian meliputi guru, kepala sekolah, anak didik, serta orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan makanan tradisional sebagai sumber belajar mampu meningkatkan minat belajar anak, memperkuat pemahaman mereka tentang budaya lokal, serta menumbuhkan sikap menghargai makanan tradisional. Anak tidak hanya mengenal bentuk dan rasa makanan, tetapi juga memahami proses pembuatan, nilai kebersamaan, serta makna budaya yang terkandung di dalamnya. Pembelajaran yang mengintegrasikan pulut kucung juga berdampak positif terhadap perkembangan bahasa, sosial-emosional, kognitif, dan motorik anak. Selain itu, kegiatan ini mendorong peran aktif sekolah dan orang tua dalam melestarikan budaya lokal. Sumber belajar dalam penelitian ini memanfaatkan lingkungan sekitar dan kearifan lokal sebagai media pembelajaran, khususnya melalui pengenalan makanan tradisional.Dengan demikian, makanan tradisional terbukti efektif dijadikan sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal pada pendidikan anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik PAUD dalam mengembangkan pembelajaran kontekstual yang bermakna serta berakar pada budaya daerah.