Bahasa Inggris semakin berperan krusial dalam interaksi digital, khususnya seiring dengan bertambahnya penggunaan platform media sosial dan aplikasi internasional. Namun, banyak pengguna belum sepenuhnya memahami bagaimana bahasa Inggris mendukung pemahaman informasi digital serta interaksi lintas negara. Penelitian ini bertujuan menggambarkan peran bahasa Inggris dalam aktivitas digital mahasiswa dan faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara kepada dua mahasiswa Universitas Djuanda dengan fokus pada frekuensi penggunaan bahasa Inggris di internet, manfaatnya dalam memahami informasi digital, serta bagaimana paparan melalui aplikasi memengaruhi peningkatan kemampuan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cukup sering menggunakan dan terpapar bahasa Inggris melalui TikTok, game online, dan pencarian informasi di Google. Bahasa Inggris membantu memahami konten digital, memperluas akses ke sumber informasi global, serta mempermudah komunikasi dengan pengguna internasional. Konten hiburan seperti film, lagu, dan game juga berkontribusi dalam menambah kosakata secara natural. Meski demikian, responden masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kosakata dan lingkungan yang kurang mendukung praktik bahasa Inggris secara langsung. Penggunaan smartphone dan aplikasi digital tetap memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan bahasa Inggris secara bertahap. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah responden yang sedikit sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan. Secara keseluruhan, penelitian menegaskan bahwa bahasa Inggris merupakan kompetensi penting dalam literasi digital dan perlu terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi global di era modern.