Latar belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit kronis yang berdampak signifikan terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial pasien, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup. Salah satu faktor psikososial yang berperan penting dalam pengelolaan penyakit kronik adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menjalankan perawatan diri dan menghadapi kondisi penyakit. Self-efficacy yang baik diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan terapi serta kualitas hidup pasien GGK. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik di Wilayah Rumah Sakit X. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien GGK yang menjalani perawatan di Rumah Sakit X. Sampel berjumlah 32 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Self-efficacy diukur menggunakan kuesioner self-efficacy yang telah tervalidasi, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan instrumen kualitas hidup pasien ginjal. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara self-efficacy dengan kualitas hidup pasien GGK (p 0,05). Pasien dengan self-efficacy tinggi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan pasien dengan self-efficacy rendah. Nilai Odds Ratio menunjukkan bahwa self-efficacy merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien GGK. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik. Peningkatan self-efficacy perlu menjadi fokus dalam asuhan keperawatan dan intervensi edukatif untuk mendukung kualitas hidup pasien GGK. Kata kunci: Self-Efficacy, Kualitas Hidup, Gagal Ginjal Kronik