Latar Belakang: Ikterus pada bayi baru lahir, dalam kondisi tertentu, memerlukan fototerapi sebagai pengobatan. Alih baring selama fototerapi merupakan upaya untuk meningkatkan efektivitas fototerapi. Tujuan: Untuk menentukan pengaruh alih baring selama fototerapi terhadap derajat ikterus pada bayi baru lahir. Metode: Studi ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol. Metode Kramer digunakan untuk menilai dan mengamati derajat ikterus pada lima tingkat. Sampel dalam studi ini terdiri dari 32 neonatus yang dipilih berdasarkan sampling kuota dan dibagi menjadi kelompok intervensi (fototerapi dengan alih baring) di Rumah Sakit “A” (nama samaran) di Kota Pekalongan dan kelompok kontrol (fototerapi tanpa alih baring) di Rumah Sakit “B” (nama samaran) di Kabupaten Batang, keduanya merupakan kota dan kabupaten yang bersebelahan. Hasil dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank dan Uji Mann Whitney U. Hasil: Pada kelompok intervensi, terdapat perbedaan yang signifikan dalam derajat ikterus antara nilai pra-tes (4,37+0,619) dan pasca-tes (0,19+0,403) dengan nilai p<0,001. Pada kelompok kontrol, terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat keparahan ikterus antara nilai pra-tes (3,94+0,443) dan pasca-tes (0,63+0,500) dengan nilai p < 0,001. Berdasarkan Uji Mann Whitney U, terdapat perbedaan yang signifikan dalam derajat ikterus pada perbedaan nilai pra-tes dan pasca-tes antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p <0,001. Kesimpulan: Terdapat efek alih baring selama fototerapi terhadap penurunan derajat ikterus pada neonatus, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk prosedur fototerapi standar di rumah sakit.