Hartono, Risky Kusumo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN APLIKASI CEKAS MANJUR DALAM PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN CIANJUR Lazuardi, Aldio Aprisal; Hartono, Risky Kusumo; Fauzy, Irvan Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55414

Abstract

Transformasi digital dalam sektor kesehatan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan. Di Kabupaten Cianjur, pengembangan aplikasi Cekas Manjur dilakukan sebagai inovasi dalam meningkatkan efektivitas layanan kesehatan, terutama dalam deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Namun, implementasi aplikasi ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti literasi digital yang rendah, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta kurangnya integrasi dengan sistem rekam medis elektronik, yang menyulitkan pemanfaatan aplikasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Cekas Manjur dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode iteratif, mencakup analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi fitur aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan fitur telekonsultasi, pengingat jadwal pemeriksaan, dan pemetaan fasilitas kesehatan dalam Cekas Manjur dapat meningkatkan efisiensi layanan kesehatan dan mempermudah masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan secara digital. Selain itu, aplikasi ini membantu tenaga kesehatan dalam pencatatan pasien dan pemantauan data kesehatan secara lebih sistematis. Implementasi aplikasi ini diharapkan dapat mendukung transformasi digital sektor kesehatan, sejalan dengan program nasional Satu Sehat dari Kementerian Kesehatan.penelitian menekankan bahwa Cekas Manjur berpotensi menjadi alat digital yang efektif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, namun masih memerlukan penyempurnaan antarmuka pengguna (UI/UX), peningkatan pelatihan tenaga kesehatan, serta optimalisasi infrastruktur teknologi.