Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Juang Kabupaten Bireuen Tahun 2025 Ariny; Yusuf, Muhammad; Magfirah , Afdalul
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3eb7d695

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan asupan terbaik bagi bayi usia 0–6 bulan karena mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif masih belum sesuai target. Berdasarkan data WHO, rata-rata cakupan pemberian ASI eksklusif di dunia tahun 2022 hanya mencapai 48% dari target nasional sebesar 80%, pada tahun 2023 menurun menjadi 38%, dan pada tahun 2024 meningkat menjadi 62%, sementara target global adalah 50% pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap ibu, dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kota Juang Kabupaten Bireuen tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan sebanyak 320 orang, dengan sampel penelitian sebanyak 76 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder, sedangkan analisis dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif (p-value = 0,002 < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan antara sikap ibu dan dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif (p-value = 0,000 < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan, sikap ibu, dan dukungan keluarga berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif. Disarankan agar Dinas Kesehatan dan Puskesmas meningkatkan edukasi serta konseling menyusui, institusi pendidikan mengintegrasikan materi ASI eksklusif dalam kurikulum, peneliti selanjutnya mengkaji faktor lain, dan ibu menyusui menerapkan pengetahuan dengan dukungan keluarga.