Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimasi Material Cadang Strategis untuk Trafo Tenaga dan Trafo Arus di UPT Durikosambi dan UPT Pulogadung Lingga Pratama, Mochamad; Nugraha, Herry
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i3.64069

Abstract

Pada tahun 2025, Unit Pelaksana Transmisi Duri Kosambi dan Pulogadung bertanggung jawab atas pengoperasian 157 trafo tenaga dan 905 trafo arus di 54 gardu induk. Meningkatkan Keandalan Sistem Transmisi: Dengan memastikan ketersediaan material cadang yang memadai, diharapkan gangguan pada trafo dapat diminimalkan, sehingga meningkatkan keandalan sistem transmisi listrik. Mengoptimalkan Pengelolaan Inventori: Penelitian ini bertujuan untuk membantu Unit Pelaksana Transmisi dalam mengelola inventori material cadang secara efisien, baik dalam hal jumlah maupun biaya yang diperlukan, guna mendukung operasional yang lebih optimal. Analisis Deret Waktu (Time Series Analysis): Untuk memodelkan pola kegagalan dan permintaan material cadang dalam periode tertentu, sehingga dapat memprediksi kebutuhan material di masa mendatang. Pendekatan Keandalan (Reliability Approach): Pendekatan ini digunakan untuk mengukur keandalan sistem berdasarkan tingkat kegagalan dan waktu tunggu material cadang, guna memastikan ketersediaan material yang sesuai dengan kebutuhan yang dihadapi. Trafo Tenaga: 4 unit dengan tingkat kegagalan (λ) sebesar 0,0264 dan waktu pemulihan (β) sebesar 0,3541. Estimasi biaya minimum yang diperlukan adalah sebesar Rp21.345.844.706, dengan tingkat keandalan 94,08%.Trafo Arus: 2 unit dengan biaya minimum sebesar Rp80.463.294 dan tingkat keandalan 96,17%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan material cadang dan memberikan kontribusi positif terhadap keandalan sistem transmisi. Dengan adanya sistem pengelolaan material cadang yang lebih baik, gangguan akibat kegagalan trafo dapat diminimalkan, dan waktu downtime dapat dikurangi, sehingga operasional gardu induk dapat berlangsung lebih stabil dan efisien.