Rumah Sakit merupakan salah satu penghasil limbah terbesar pada pelayanan kesehatan, terutama limbah medis. Timbulan limbah padat ini membahayakan kesehatan masyarakat karena mengandung virus dan mikrobiologi yang mengganggu kesehatan pasien, petugas, maupun masyarakat sekitar. Selain itu jika pengelolaan kurang tepat dapat berdampak pada pencemaran lingkungan. Rumah sakit yang telah melakukan pengelolaan limbah medis hanya sebesar 17,36% rumah sakit yang ada di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses pengelolaan limbah padat medis dan non medis di Rumah Sakit “X” Jawa Timur pada awal tahun 2018. Jenis penelitian adalah deskriptif observasional dengan objek penelitian keseluruhan proses pengolahan limbah padat medis dan non medis di Rumah Sakit “X” di Jawa Timur. Hasil penelitian diketahui volume timbulan limbah padat yang dihasilkan rata-rata per harinya 83,84 m3 (limbah medis 26,39 m3 dan limbah non medis 57,45 m3).Rumah Sakit “X” di Jawa Timur telah melakukan pengelolaan limbah padat mulai dari pewadahan dan pemilahan limbah medis dan non medis padat, pengumpulan, penampungan dan pengangkutan, serta pemusnahan dan pembuangan akhir limbah, meskipun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa hal yang kurang sesuai dengan standar operasional dan perundangan yang berlaku terkait pengelolaan limbah padat rumah sakit. Hal ini diantaranya ditandai dengan minimnya pewadahan untuk limbah benda tajam, kurangnya penyediaan kantong plastik yang sesuai, tidak dilakukan penimbangan terhadap limbah padat sebelum diangkut, dan suhu ruang bakar insinerator tidak mencapai batas minimal dari prosedur operasional Rumah Sakit “X” di Jawa Timur. Berdasar hal tersebut disarankan untuk melakukan pemantauan oleh petugas tiap ruangan terhadap kondisi tempat sampah agar tidak terjadi overload, menimbang limbah medis yang dihasilkan, dan mengoperasionalkan sarana dan prasarana sesuai dengan Standar Operasional yang telah dibuat.