Najah, Aas Safinatun
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Babisme dan bahaisme dalam kontestasi otoritas keagamaan pada masa dinasti qajar abad ke-19 Najah, Aas Safinatun; Putri, Shelsie Amalia; Fahmi, Salman Nur
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58572/hkm.v6i1.285

Abstract

Penelitian ini mengkaji munculnya gerakan Babisme dan Bahaisme sebagai fenomena sosial-keagamaan yang signifikan dalam transformasi identitas Persia pada abad ke-19. Kedua gerakan ini muncul di tengah konteks historis Dinasti Qajar yang mengalami krisis legitimasi politik, tekanan imperialisme Barat dan Rusia, serta ketegangan sosial akibat modernisasi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis akar ideologis kedua gerakan, menjelaskan konteks sosio-politik kemunculannya, mengidentifikasi dampak terhadap masyarakat Persia, dan mengevaluasi persekusi yang dialami pengikutnya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-historis dengan analisis sumber primer dan sekunder, termasuk teks-teks keagamaan, dokumen sejarah Qajar, dan literatur akademis kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Babisme, yang dimulai oleh Sayyid Ali Muhammad al-Bab pada 1844, merupakan gerakan reformasi radikal yang menantang ortodoksi Syiah Itsna Asyariyah. Gerakan ini kemudian berkembang menjadi Bahaisme di bawah kepemimpinan Mirza Husayn Ali Nuri (Baha'ullah), yang menekankan universalisme agama dan kesetaraan umat manusia. Kedua gerakan menghadapi persekusi brutal dari pemerintah Qajar dan ulama Syiah, mengakibatkan ribuan korban jiwa, termasuk eksekusi publik sang Bab pada 1850. Meskipun mengalami penindasan, warisan ideologis kedua gerakan tetap berpengaruh dalam membentuk wacana modernitas, reformasi sosial, dan pluralisme keagamaan di Iran modern. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman kompleksitas dinamika agama-politik dalam sejarah Timur Tengah modern.