Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sering mengalami kecemasan akibat kondisi penyakit dan prosedur terapi yang dilakukan secara rutin, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan kecemasan. Terapi murottal Al-Qur’an merupakan salah satu pendekatan psikospiritual yang berpotensi memberikan efek relaksasi. Tujuan: Mengetahui efektivitas terapi murottal Surat Al-Kahfi terhadap tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group yang melibatkan 30 pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, terbagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 15 responden dengan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan terapi murottal Surat AlKahfi selama hemodialisis, sedangkan kelompok kontrol memperoleh perawatan standar. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji Paired Sample T-Test untuk melihat perubahan dalam kelompok, serta uji Independent T-Test untuk membandingkan kedua kelompok dengan tingkat signifikansi p<0,05 Hasil: rata-rata skor kecemasan kelompok intervensi sebelum terapi sebesar 22,33 dan menurun menjadi 15,47 setelah intervensi, sedangkan kelompok kontrol mengalami peningkatan dari 22,20 menjadi 22,73. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan p-value 0,000 (p<0,05) dan uji Independent T-Test pada post-test juga menunjukkan p-value 0,000, yang berarti terdapat penurunan kecemasan yang signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Terapi murottal Surat Al-Kahfi efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan.