Pendidikan berperan penting untuk menumbuh-kembangkan wawasan siswa melalui proses pembelajaran, termasuk mengembangkan keterampilan, kompetensi dan minat belajar siswa serta mendorong sikap keaktifan. Namun, faktanya penulis menjumpai banyak siswa cenderung bersikap pasif dan kurang bisa memunculkan ide kreativitasnya sehingga perlu adanya strategi pembelajaran efektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas model pembelajaran problem based learning (PBL) berbasis socioscientific issues (SSI) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa di MTs Al-Islam Joresan. Jenis penelitian kuantitatif metode kuasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design. Pengambilan data melalui lembar observasi, dan soal pretest-posttest. Perolehan data dianalisis melalui uji statistik deskriptif dan statistik inferensial seperti uji independen, uji linearitas, uji Ancova, Uji Cohen’s d Effect Size dan uji N-Gain. Subjek penelitian yaitu kelas VII dengan 2 kelas yang masing-masing terdapat 28 siswa. Pemilihan kelas dilakukan dengan metode teknik random sampling. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa (1) keterlaksanaan model pembelajaran PBL berbasis SSI ditinjau dari keterlaksanaan guru dan aktivitas siswa dapat terlaksana dengan sangat baik dengan nilai (N) = 1,0. (2) Aktivitas siswa berdasarkan kemampuan berpikir kreatif juga termasuk kriteria kreatif pada semua indikator dengan nilai (N) = 0,85 . (3) Model pembelajaran PBL berbasis SSI efektif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan nilai N-Gain sebesar 76. Implikasi penerapan model belajar ini dapat memperkuat motivasi belajar siswa dan guru, menumbuhkan kreativitas sebagai salah satu keterampilan abad 21 serta memudahkan siswa memahami materi dengan mengkontekstualisasikan materi ke dalam fenomena sehari-hari.