Latar Belakang: Perkembangan bicara dan bahasa merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia prasekolah. Namun, meningkatnya intensitas penggunaan gadget pada anak dapat mengurangi interaksi verbal dan sosial, sehingga berpotensi memengaruhi perkembangan bicara dan bahasa anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan aspek bicara dan bahasa pada anak usia prasekolah 60-72 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 45 anak. Intensitas penggunaan gadget diukur menggunakan kuesioner intensitas penggunaan gadget yang diadaptasi dari Nadilla (2020), sedangkan perkembangan bicara dan bahasa dinilai menggunakan Kuesioner Praskrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki intensitas penggunaan gadget kategori sedang (53,3%) dan tinggi (46,7%). Sebanyak 23 anak (51,1%) mengalami keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan bicara dan bahasa anak dengan nilai *p* = 0,002 (< 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan aspek bicara dan bahasa pada anak usia 60-72 bulan. Semakin tinggi intensitas penggunaan gadget, semakin besar risiko anak mengalami keterlambatan bicara dan bahasa.