Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam memperkuat nilai agama dan budi pekerti pada anak usia 3–4 tahun di KB Al-Muhajirin berbasis Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru kelompok B KB Al-Muhajirin, sedangkan informan terdiri atas wali kelas dan guru pendamping. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai agama dan budi pekerti dilaksanakan melalui tiga strategi utama, yaitu (1) pembiasaan dan keteladanan, (2) kegiatan edukatif dan interaktif, serta (3) kerja sama dengan orang tua. Strategi pembiasaan dan keteladanan diterapkan melalui rutinitas harian seperti mengucapkan salam, berdoa, menjaga kebersihan, berbagi, dan meneladani perilaku guru sebagai figur panutan. Kegiatan edukatif dan interaktif dilaksanakan melalui pendekatan bermain sambil belajar, bercerita, bernyanyi, dan bermain peran yang mampu meningkatkan partisipasi aktif anak serta mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan motorik. Kerja sama dengan orang tua dilakukan melalui komunikasi intensif dan pelibatan orang tua dalam program sekolah untuk memastikan kesinambungan penanaman nilai di rumah dan di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di KB Al-Muhajirin mendukung penguatan karakter anak secara holistik melalui pendekatan yang kolaboratif, kontekstual, dan berpusat pada kebutuhan perkembangan anak usia dini.