Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU TENTANG SKRINING PENYIMPANGAN EMOSIONAL PADA ANAK USIA 36-72 BULAN MENGGUNAKAN KMPE DI PAUD AN NI’MAH Veronica, Septika Yani; Wahyuni P, Anisa; Maretha A, Andini; Hasanah, Dina Nur; Sari, Vina Desita; Suni, Anna Mulita; Novitria, Tia Aulia; Sumiyati, Sumiyati; Cici L, Riska; Indrianti, Selinda; Ajeng P, Aullya; Risma D, Fadillah; Oktavia, Evi
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i1.212

Abstract

Pengetahuan dan pola asuh ibu merupakan faktor penting dalam perkembangan emosional anak usia dini. Kurangnya pemahaman ibu dan pola asuh yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya penyimpangan emosional pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pola asuh ibu dengan hasil skrining penyimpangan emosional anak usia 36–72 bulan menggunakan Kuesioner Masalah Perilaku Emosional (KMPE) di PAUD An Ni’mah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 17 ibu dan anak usia 36–72 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan ibu, kuesioner pola asuh, dan KMPE. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan hasil skrining KMPE dengan nilai p-value 0,000 serta terdapat hubungan antara pola asuh ibu dengan hasil skrining KMPE dengan nilai p-value 0,000. Anak dengan ibu yang memiliki pengetahuan baik dan menerapkan pola asuh demokratis cenderung memiliki perkembangan emosional yang normal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan pola asuh ibu berhubungan dengan hasil skrining penyimpangan emosional anak usia dini. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan penerapan pola asuh yang tepat perlu diperkuat sebagai upaya pencegahan dini masalah emosional anak.