Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kecerdasan emosional wirausaha dalam pengelolaan dan pengembangan usaha kuliner Cemilavy. Dalam konteks kewirausahaan, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan manajerial, tetapi juga oleh kemampuan individu dalam mengelola aspek emosional yang muncul dalam berbagai situasi bisnis. Kecerdasan emosional sebagaimana dikemukakan oleh Daniel Goleman menekankan kemampuan individu dalam mengenali, memahami, serta mengelola emosi diri dan orang lain secara efektif. Kemampuan tersebut menjadi penting bagi wirausaha dalam menghadapi tekanan usaha, membangun hubungan dengan pelanggan, serta mengambil keputusan yang tepat dalam situasi yang dinamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha serta aktivitas operasional yang berlangsung dalam usaha kuliner Cemilavy. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai peran kecerdasan emosional dalam praktik kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki peran yang signifikan dalam berbagai aspek pengelolaan usaha, seperti pengambilan keputusan, pengelolaan konflik, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Kemampuan pengendalian diri membantu wirausaha dalam menghadapi tekanan dan tantangan bisnis, sementara empati dan keterampilan sosial berkontribusi dalam membangun hubungan yang harmonis dengan pelanggan maupun mitra usaha. Selain itu, motivasi intrinsik yang dimiliki wirausaha menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan usaha serta pengembangan inovasi produk. Dengan demikian, kecerdasan emosional tidak hanya berfungsi sebagai kompetensi personal, tetapi juga sebagai modal strategis yang mendukung keberlanjutan dan daya saing usaha kuliner.