Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Laju Perubahan Garis Pantai di Pesisir Desa Siumbatu Berbasis Analisis Spasial Multi-Temporal Erik, Aspar; Mubin, Fathan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7224

Abstract

Siumbatu merupakan kawasan pesisir yang terletak di zona operasional industri nikel Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Indonesia. Kawasan ini menghadapi tekanan lingkungan dan perubahan garis pantai yang signifikan akibat aktivitas antropogenik yang intensif serta dinamika alamiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di pesisir Siumbatu selama periode 5 dekade terakhir dari tahun 1972 hingga 2025. Data garis pantai diperoleh melalui ekstraksi citra satelit multi-temporal Landsat 1-9. Data garis pantai untuk sebelas tahun pengamatan dianalisis menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis statistik dilakukan menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) versi 6.0 untuk menghitung laju abrasi dan akresi melalui metode End Point Rate (EPR), Net Shoreline Movement (NSM), dan Linear Regression Rate (LRR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk periode total 1972-2025, rata-rata EPR adalah 1,91 m/thn, rata-rata NSM tercatat sejauh 100,5 m, dan rata-rata LRR adalah 0,94 m/thn. Untuk periode terbaru (2020-2025), nilai EPR rata-rata adalah -7,636 m/thn dan nilai NSM rata-rata adalah -36,626 m. Laju abrasi tertinggi mencapai -64,42 m/thn dengan kemunduran garis pantai terjauh sejauh -331,24 m. abrasi parah ditemukan di zona utara dan zona tengah, sementara akresi masif terjadi akibat aktivitas reklamasi industri. Perubahan ini dipicu oleh kombinasi karakteristik gelombang di Teluk Tolo dan intervensi antropogenik, khususnya pembangunan dermaga industri serta aktivitas reklamasi, sementara zona selatan tetap stabil berkat tutupan mangrove yang rapat.