Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi kearifan lokal kota Tangerang Selatan pada motif batik Durang di Rumah Batik Setu Fariz Al Hazmi; Septi Rahmawati
Jurnal Desain Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v12i1.22807

Abstract

Kearifan lokal terkadang menjadi sebuah inspirasi dalam menciptakan karya yang mengangkat tentang suatu daerah. Hal tersebut dapat berpotensi untuk menguatkan identitas daerah dan menciptakan karya unggulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk representasi kearifan lokal Kota Tangerang Selatan pada karya batik durang yang dibuat oleh kelompok rumah batik setu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan berupa data yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis semiotika dengan menafsirkan suatu tanda yang mewakili apa yang ditandainya melalui rangkaian hubungan representamen, objek dan interpretan. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat beberapa motif yang merepresentasikan kearifan lokal Kota Tangerang Selatan pada batik durang. Motif pohon bambu merepresentasikan nilai fungsi pohon bambu yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Kota Tangerang Selatan. Motif anggrek merepresentasikan komoditas tanaman hias yang banyak dijual di Kota Tangerang Selatan. Motif teratai merepresentasikan banyaknya situ atau danau yang ada di Kota Tangerang Selatan. Motif kacang tanah merepresentasikan komoditas pertanian yang berada di Kelurahan Kranggan Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa batik durang memiliki motif-motif yang merepresentasikan kearifan lokal di Kota Tangerang Selatan. Sehingga penelitian ini telah memberikan kajian yang berperan dalam penguatan identitas daerah melalui analisis representasi pada motif-motif batik durang
Application of Palm Solid Waste Ash as A Ceramic Glazing Material Caecilia Tridjata Suprabanindya; Himawan Tri Bayu Murti Petrus; Fariz Al Hazmi
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Ilmiah Berkala Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jstk.v19i1.20083

Abstract

The aim of this research is to develop a glaze from palm oil solid waste ash. Oil palm plants were chosen because the ash of palm fronds, stems and trees have not been utilized optimally, only used as organic fertilizer and material for making furniture. This research is applied research involving expertise in the field of fine arts, especially ceramic art and chemical engineering, with an inquiry-based research approach. Laboratory tests (EDX Report) were carried out so that the process of modifying the ash glaze formula could be carried out more accurately. The output of this research is the palm oil solid waste ash glaze formula/recipe and ash analysis table along with test pieces of ash glaze trial results and ceramic work prototypes. In practice, organic ash cannot be used alone, but must be mixed with other ingredients so that it can potentially be processed into glaze. The glaze formula used in this research contains different mixtures of ingredients. In this research, organic ash was mixed with soil (Sukabumi and Kebumen) and ready-to-use frit glaze (F.107 and F.3T). Next, the ash glaze is burned at cone temperatures 5 and 6 (1150 0C–1200 0C). The test piece material used is Sukabumi clay which has been proven to be compatible with the oil palm plant ash glaze formula, resulting in a more varied, attractive, artistic and unique visual appearance of the work.