Nur Fadilah
Universitas Islam Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exploration of Computational Thinking Ability: Assessment through Problems on the Vector Concept Aminatun Aminatun; Nur Fadilah; Syifaul Aini Mulyadi
Indonesian Journal of Progressive Pedagogy Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/ijpp.v1i1.664

Abstract

The importance of Computational Thinking (CT) ability is not only one of the essential competencies of the 21st century but also a foundation for solving complex problems and building high-level thinking skills. This study aims to explore the computational thinking (CT) ability of new students in the physics education study program on vector material. The research method used is qualitatively, involving eight new physics education students at the Islamic University of Madura as respondents. Data were collected through a test instrument, and each question refers to the computational thinking indicator (Decomposition, abstraction, algorithm, and generalization). The results of data analysis show that the indicators of students' CT abilities on a scale of 4 consist of decomposition with an average value of 3.125, abstraction 2.438, algorithm 2.125, and generalization 1.687. Based on the study results, it can be concluded that the CT skills of first-year students at the Islamic University of Madura on vector material are included in the moderate category. Several indicators of CT abilities are still challenging for students, especially in developing algorithms and generalizations. Therefore, further research is needed to improve students' computational thinking abilities to face the challenges of the 21st century.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa dengan Model Discovery Learning pada Materi Pemanasan Global Zairotul Jannah; Nur Fadilah; Jaftiyatur Rohaniah; Kurniatus Siadah; Ella Kurnia Oktaverina
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.469

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah pada materi pemanasan global, yang disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Oleh karena itu, dengan menggunakan metodologi pembelajaran Discovery Learning, penelitian ini berupaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam konten yang terkait dengan pemanasan global. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan 2 siklus dengan model dari Kurt Lewin yang terdiri dari empat tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi di setiap siklus. Fokus sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1 di SMAN 1 Pademawu sebanyak 19 orang yang diambil menggunakan Teknik Purposive Sampling yaitu pengambilan secara langsung atau sengaja. Instrumen penelitian ini meliputi tes awal dan tes akhir untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah, selain observasi aktivitas guru dan siswa. Teknik analisis data menggunakan perhitungan persentase keterlaksanaan kegiatan serta analisis nilai N-gain untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Berdasarkan hasil penelitian, siswa mencapai 73% dan guru melaksanakan kegiatan pada tingkat 59% pada siklus I. Di sisi lain, keterampilan pemecahan masalah siswa menurun, dengan nilai N-Gain -0,5, termasuk dalam rentang rendah. Namun, dengan penerapan aktivitas guru sebesar 82% dan aktivitas siswa sebesar 95% pada siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan. Sementara itu, keterampilan pemecahan masalah siswa pada siklus II juga meningkat, sebagaimana dibuktikan oleh nilai N-Gain yang moderat sebesar 0,6. Hasilnya, keterampilan pemecahan masalah siswa dalam konten pemanasan global telah meningkat berkat metodologi pembelajaran Discovery Learning. Model Discovery Learning juga dinilai baik dan efektif setelah diperoleh hasil persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 74%, dari total siswa yang tuntas sebanyak 14 siswa dari total siswa sebanyak 19, maka penerapan model Discovery Learning tidak membutuhkan perbaikan. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian lanjutan dilakukan pada jenjang atau materi yang berbeda, serta dengan jumlah siklus yang lebih banyak untuk mendapatkan Gambaran yang komprehensif. Kesimpulan ini mendorong para guru untuk mengadopsi model ini sebagai strategi pembelajaran alternatif.