Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kuat Tekan Paving Block Produksi Manual sebagai Material Perkerasan Jalan Julianto Lubis
Journal Of Engineering And Technology Innovation ( JETI ) Vol. 2 No. 02 (2025): Journal Of Engineering And Technology Innovation ( JETI )
Publisher : Rey Media Grafika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66084/jeti.v2i02.449

Abstract

Paving block banyak digunakan dalam bidang konstruksi, seperti pavement, jalan raya dan juga lahan perparkiran perumahan. Kemudahan dalam pemasangan, perawatan yang murah serta memenuhi aspek keindahan menyebabkan paving block banyak disukai. Banyak pembuatan paving block belum optimal dari sisi kekuatan, dibuat dalam skala kecil sebagai produk home industri / industri rumahan. Dari hasil pengujian dengan ketebalan 7 cm untuk keua jenis jenis type Paving Block yang paling besar kuat tekannya adalah type hollad block, dengan variasi campuran 1:2 = 459,63 kg/cm2, σ=459,63 kg/cm2, camp.1:3 = 397,01 kg/cm2, σ = 397,01 kg/cm2; camp.1:4=196,88 kg/cm2, σ= 196,88 kg/cm2; camp.1:5 = 156,38 kg/cm2 , σ= 156,38 kg/cm2. Penggunaannya untuk perkerasan jalan, Paving Block bagus digunakan pada campuran 1:2 dan 1:3.
Logam Berat Pada Abu Terbang (fly ash) Untuk Campuran Beton Setelah Disolidifikasi Julianto Lubis
Journal Of Engineering And Technology Innovation ( JETI ) Vol. 2 No. 03 (2025): Journal Of Engineering And Technology Innovation ( JETI )
Publisher : Rey Media Grafika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66084/jeti.v2i03.571

Abstract

Penggunaan batubara sebagai bahan bakar PLTU menghasilkan abu terbang (fly ash) dan juga abu endapan (bottom ash). Fly ash mengandung logam berat Kobalt (Co) dan juga Vanadium (V) yang dapat dimanfaatkan sebagai campuran beton sebagai bahan pengganti semen dengan solidifikasi. Hasil solidifikasi logam berat Co yang terbesar terdapat pada substitusi fly ash 40 % pada rendaman hari ke-7 dengan jumlah konsentrasi sebesar 2 ppb (part per billion) = 0,0020 ppm, sedangkan pada logam berat V yang terbesar terdapat pada substitusi fly ash 80 % pada rendaman ke-28 dengan jumlah konsentrasi sebesar 47 ppb (part per billion) = 0,0470 ppm, dapat disimpulkan bahwa kedua logam berat tersebut masih dalam ambang batas yang ditetapkan