Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI PUSKESMAS KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2024 Yasinda Yasinda; Abdul Aziz Fatryawan; Januari Lesmana; I M Putu Sudiartha H
Nusadaya Journal of Multidiciplinary Studies Vol. 1 No. 6 (2024): Nusadaya Journal of Multidiciplinary Studies, August 2024
Publisher : LPPM, Akademi Administrasi Rumah Sakit Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66294/njms.v1i6.38

Abstract

Medical waste is infectious waste, radiological waste, cytotoxic waste and laboratory waste. Puskesmas is a health service unit that produces medical and non-medical waste, both solid and liquid, in its activities. Waste and rubbish that is not managed properly can be a factor causing environmental problems. Garbage and waste is a serious problem and cannot be considered trivial, which occurs in various countries, especially in Indonesia. This research aims to find out an overview of solid medical waste management at the Kediri Community Health Center, West Lombok Regency. This research is a descriptive study using observations in the form of a checklist of RI Minister of Health No. 18 of 2020. The management of solid medical waste at the Kediri Public Health Center, West Lombok district has met the requirements according to Minister of Health Regulation No. 18 of 2020 concerning Medical Waste Management for Regional-Based Health Service Facilities related to the process of sorting and containing, transporting, collecting and destroying.
Faktor-faktor Strategi Pengembangan SDM Kampus dalam mengurangi Pengangguran Lulusan di AARS Mataram Januari Lesmana
Assets Journal: Management, Administration, Economics, and Accounting Vol. 3 No. 2 (2025): Assets Journal
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/assets.v3i2.709

Abstract

Tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi masih menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan tinggi, termasuk di AARS Mataram. Kondisi ini menuntut peran aktif institusi pendidikan dalam menyusun strategi manajemen sumber daya manusia (SDM) kampus yang tepat guna mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi dan daya saing di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengidentifikasi faktor-faktor strategi manajemen SDM kampus dalam upaya mengurangi pengangguran lulusan di AARS Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengidentifikasi faktor-faktor strategi manajemen SDM kampus dalam upaya mengurangi pengangguran lulusan di AARS Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis faktor eksploratori (Exploratory Factor Analysis) untuk mengelompokkan sejumlah indikator menjadi faktor-faktor strategis manajemen SDM kampus. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner tertutup dengan skala Likert kepada 80 responden yang terdiri atas dosen, staf pengelola kemahasiswaan, dan mahasiswa tingkat akhir. Data kemudian diolah menggunakan perangkat lunak SPSS, melalui uji Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) dan Bartlett’s Test of Sphericity untuk memastikan kelayakan data, serta analisis faktor dengan kriteria eigenvalue > 1 dan rotasi varimax. Hasil penelitian menunjukkan sepuluh faktor utama yang menjadi bagian dari strategi manajemen SDM kampus dalam mengurangi pengangguran lulusan, yaitu perencanaan SDM mahasiswa, pengorganisasian, pengembangan program SDM mahasiswa, rekrutmen dan seleksi, pembinaan dan motivasi, evaluasi kinerja, kerjasama dengan dunia industri, inovasi dan teknologi pembelajaran, kepemimpinan institusional, serta budaya organisasi kampus. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi manajemen SDM yang efektif di perguruan tinggi tidak hanya bergantung pada aspek akademik, tetapi juga pada sinergi antara perencanaan, kemitraan eksternal, inovasi pembelajaran, serta pembinaan karakter dan kompetensi mahasiswa. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan praktik manajemen SDM kampus yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja.