Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Maternal Stress and Anxiety as Predictors of Mental Health among Pregnant Women in Port Harcourt Metropolis, Nigeria Enyelunekpo R. Roberts; Chinenye A. Ezenwora; Olubunmi O. James; Emmanuel E. Uye
Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Humaniora Vol 2 No 1: Januari 2025
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/sociora.v2i1.46

Abstract

Mental health among pregnant women continues to be issues of concern to reproductive health professionals. Studies examining mental health among women produced varying results.  Therefore, the purpose of this study was to examine the predictive ability of maternal stress and anxiety on mental health among pregnant women  Cross-sectional survey design was adopted while purposive sampling technique was used to select the study population. Data were collected from 250 pregnant women using a validated scale and analyzed using multiple regression analysis to test an hypothesis which was accepted at p =.001 level of significance. The result showed that maternal stress and anxiety jointly predicted mental health among study participants (R2 = .049, F( 2 , 247) =  6.313 , p < .01). Moreover, maternal stress independently predicted mental health among study participants (β = .209, t = 3.37, p <.01). However, anxiety did not independently predict mental health among study participants (β = .18, t = 1.31,               p >.05). The study concludes that the interaction of maternal stress and anxiety are strong predictors of mental health among pregnant women in the study samples. It is recommended that mental health professionals should organize cognitive behavioral counselling to help women during pregnancy. Abstrak Kesehatan mental di antara wanita hamil terus menjadi masalah yang menjadi perhatian bagi para profesional kesehatan reproduksi. Studi yang meneliti kesehatan mental di antara wanita menghasilkan hasil yang bervariasi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti kemampuan prediktif stres dan kecemasan ibu terhadap kesehatan mental di antara wanita hamil. Desain survei cross-sectional diadopsi sementara teknik purposive sampling digunakan untuk memilih populasi penelitian. Data dikumpulkan dari 250 wanita hamil menggunakan skala yang divalidasi dan dianalisis menggunakan analisis regresi berganda untuk menguji hipotesis yang diterima pada tingkat signifikansi p = 0,001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres dan kecemasan ibu secara bersama-sama memprediksi kesehatan mental di antara peserta penelitian (R2 = 0,049, F (2, 247) = 6,313, p <0,01). Selain itu, stres ibu secara independen memprediksi kesehatan mental di antara peserta penelitian (β = 0,209, t = 3,37, p <0,01). Namun, kecemasan tidak secara independen memprediksi kesehatan mental di antara peserta penelitian (β = 0,18, t = 1,31, p > 0,05). Studi ini menyimpulkan bahwa interaksi antara stres dan kecemasan ibu merupakan prediktor kuat kesehatan mental di kalangan ibu hamil dalam sampel studi. Disarankan agar profesional kesehatan mental menyelenggarakan konseling perilaku kognitif untuk membantu ibu selama kehamilan. Kata Kunci: stres ibu; kecemasan; kesehatan mental; wanita hamil
Social Media and Self-Esteem on Voting Behavior among Youth Samples in Rivers State, Nigeria Enyelunekpo R. Roberts; Hope Lucky Ikirika; Emmanuel E. Uye
Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Humaniora Vol 2 No 3: Juli 2025
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/sociora.v2i3.49

Abstract

Voting behavior provides the sources of information about the interaction between individuals, society and politics. Studies linking voting behavior with social media and self-esteem among youths in Rivers State are lacking. Therefore, this study examines social media and self-esteem as predictors of voting behavior among youths in Rivers State, Nigeria. Cross-sectional survey was used while multistage sampling techniques were used to select one Local Government Area (LGA) and four communities while convenience sampling technique was used to sample the participants. Data were collected from 280 youths using a validated scale and analyzed using multiple regression analysis and independent samples t-test. Two hypotheses were tested and accepted at p =.001 level of significance. The result revealed that social media and self-esteem jointly predicted voting behavior among  study participants (R2 = .49.1, F (2, 277) = 135.448, p = 001).  Furthermore, social media usage (β = -.163, p =.001) and self-esteem (β = .618, p =.001) independently predicted voting behavior among study participants. Finally, gender significantly influenced voting behavior [t(278) = 17.308, p =.001] such that male participants showed higher voting behavior (M = 43.510, SD = 6.840) compared to their female counterparts (M= 30.420,SD = 2.748). The novelty of this finding is its being the first empirical studies that implicated social media usage, self-esteem and gender as predictors of voting behavior among dynamic youths in Rivers State. The study recommended that social media platforms should put appropriate messages to encourage youths’ participation in political affairs in their state and Nigeria. Abstrak Perilaku memilih menyediakan sumber informasi tentang interaksi antara individu, masyarakat, dan politik. Studi yang menghubungkan perilaku memilih dengan media sosial dan harga diri di kalangan remaja di Negara Bagian Rivers masih kurang. Oleh karena itu, studi ini mengkaji media sosial dan harga diri sebagai prediktor perilaku memilih di kalangan remaja di Negara Bagian Rivers, Nigeria. Survei cross-sectional digunakan, sementara teknik pengambilan sampel multitahap digunakan untuk memilih satu Daerah Pemerintah Daerah (LGA) dan empat komunitas, sementara teknik pengambilan sampel praktis digunakan untuk mengambil sampel peserta. Data dikumpulkan dari 280 remaja menggunakan skala yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan analisis regresi berganda dan uji-t sampel independen. Dua hipotesis diuji dan diterima pada tingkat signifikansi p = 0,001. Hasilnya mengungkapkan bahwa media sosial dan harga diri secara bersama-sama memprediksi perilaku memilih di antara peserta studi (R2 = .49.1, F (2, 277) = 135.448, p = 001). Lebih lanjut, penggunaan media sosial (β = -.163, p =.001) dan harga diri (β = .618, p =.001) secara independen memprediksi perilaku memilih di antara peserta studi. Akhirnya, gender secara signifikan memengaruhi perilaku memilih [t(278) = 17.308, p =.001] sehingga peserta laki-laki menunjukkan perilaku memilih yang lebih tinggi (M = 43.510, SD = 6.840) dibandingkan dengan rekan-rekan perempuan mereka (M = 30.420, SD = 2.748). Kebaruan dari temuan ini adalah menjadi studi empiris pertama yang mengimplikasikan penggunaan media sosial, harga diri dan gender sebagai prediktor perilaku memilih di antara pemuda yang dinamis di Rivers State. Studi ini merekomendasikan agar platform media sosial menyampaikan pesan yang tepat untuk mendorong partisipasi pemuda dalam urusan politik di negara bagian mereka dan Nigeria. Kata Kunci: media sosial; harga diri; perilaku memilih; negara bagian sungai