Indonesia termasuk salah satu negara berkembang dengan mutu Sumber Daya Manusia dan kualitas pendidikan yang tergolong rendah. Menurut PISA 2022, literasi sainsnya kurang yang mengakibatkan pelajar Indonesia berada di peringkat 64 dari 81 negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman siswa terhadap keyakinan epistemik dan Implementasi pada pembelajaran IPA berbasis socio-scientific issue. Penelitian ini menggunaakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Populasi penelitian ini menggunakan 10 sampel random sampling yaitu siswa kelas VIII SMP/MTs di kecamatan Pulung. Proses pengumpulan data menggunakan wawancara, tes dan survey angket secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMP/MTs di Pulung memiliki persentase keyakinan epistemik pada empat dimensi yaitu 65% kepastian, 75% kesederhanaan, 60% sumber pengetahuan dan 75% justifikasi. Berdasarkan tiga indikator seperti mengeksplorasi, menganalisis, dan mengaplikasikan konsep sains siswa memiliki nilai diantara 42%-92% dengan rata-rata sebesar 72%. Apabila dilihat dari hasil kedua analisis, perolehan data menunjukkan bahwa siswa memiliki keyakinan epistemik pada tingkat sedang. Pada analisis data yang ketiga, penelitian ini telah menganalisis kata kunci berbentuk treemap dan diperoleh hasil bahwa terdapat 11 item kata kunci dengan warna yang berbeda dan bentuk yang berbeda, semakin kecil bentuk maka kuantitas data akan semakin kecil. Analisis data yang terakhir yaitu menentukan faktor yang mempengaruhi tingkat keyakinan epistemik siswa diabad 21 yaitu faktor internal (motivasi diri, kesiapan belajar) dan faktor eksternal (sarana prasarana, lingkungan belajar, kurikulum belajar, guru, metode belajar, media belajar dan literasi sains). Berdasarkan hasil penelitian keyakinan epistemik siswa masih dalam tingkat sedang sehingga untuk ditingkatkan kembali.