Spesies udang dari famili penaidae dikenal yang ditemukan di perairan Laut Jawa adalah Penaeus merguiensis (udang putih), Penaeus monodon (udang windu), juga ditemukan spesies lain seperti Penaeus indicus (udang dogol), Penaeus semisulcatus, Metapenaeus affinis, Metapenaeus dobsonidan, Metapenaeus ensis (udang barat). Spesies udang komersial utama di Demak adalah udang putih. Meskipun Udang memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap nilai-nilai sosio-ekonomi dan ekologi, namun dirasa kurang dalam bidang ilmiah. Teknik DNA merupakan sistem yang dirancang untuk melakukan identifikasi spesies secara cepat dan akurat berdasarkan urutan basa nukleotida dari gen penanda pendek yang telah terstandarisasi yaitu gen Cytochrome Oxidase Subunit I (COI). Efektifitas COI telah divalidasi untuk bermacam kelompok fauna dan sebagian besar jenis fauna yang diteliti bisa dibedakan menggunakan identifikasi DNA. Hasil BLAST menghasilkan terdapatnya 3 spesies yaitu Penaeus merguensis sebanyak 38 sampel dengan pesent identikal (88,39% - 100%), Metapenaeus brevicornis sebanyak 1 sampel dengan identikal persentase 88,29%, dan Metapenaeus monoceros sebanyak 1 sampel dengan identikal persentase 98,39%. Penaeus merguiensis dan dua spesies lainya memiliki jarak genetik yang hampir sama dengan rata-rata jarak 21%, sementara Metapenaeus brevicornis dan Metapenaeus monoceros memiliki jarak genetik 0,1831 atau 18,31%. Berdasarkan hasil penelitian sampel Udang Putih menggunakan gen COI mtDNA didapatkan 3 spesies udang di perairan Sekelenting, yaitu Penaeus merguiensis, Metapenaeus brevicornis, Metapenaeus monoceros dan 1 spesies udang di perairan Babalan, yaitu Penaeus merguiensis. Jarak genetik terdekat yaitu 18% (Metapenaeus brevicornis dan Metapenaeus monoceros) dan jarak genetik terjauh 21% yakni Metapenaeus brevicornis dan Penaeus merguiensis.