Farsya Sriazka Ramadhani
Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Keanekaragaman Biota Asosiasi Sebagai Daya Tarik Pengembangan Ekowisata Bahari Berbasis Ekosistem Lamun Di Kawasan Pantai Prawehan, Jepara Farsya Sriazka Ramadhani; Ita Riniatsih; AB Susanto
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.51079

Abstract

Pantai Prawehan merupakan salah satu perairan di Jepara yang masih memiliki keanekaragaman jenis lamun beserta biota asosiasinya. Keberadaan lamun dan biota di suatu perairan ini dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekosistem lamun sebagai destinasi ekowisata bahari di kawasan Pantai Prawehan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survey dengan pengambilan data secara langsung di lapangan dan wawancara kepada responden yang selanjutnya dianalisis secara kuantitatif. Data yang diukur meliputi kondisi ekosistem lamun, jenis biota, jenis substrat, dan parameter perairan. Hasil penelitian menunjukkan ditemukanya 6 spesies lamun, tutupan lamun (45,05%), kerapatan lamun (37,67 ind/m2), 12 spesies biota (gastropoda), kecerahan (71,8–76,5%), substrat (pasir), kecepatan arus (0,04–0,1m/s), dan kedalaman lamun (0,5–1,5 m). Berdasarkan hasil penelitian, ekosistem lamun di kawasan Pantai Prawehan berpotensi untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata bahari karena memiliki keanekaragaman spesies dan terdapat jenis biota yang masih ditemukan. Namun, diperlukan upaya lebih lanjut dalam edukasi, kerjasama, dan konservasi. Salah satu, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan metode transplantasi dan rehabilitas lamun di lokasi penelitian.