Denny Hendrik Nainggolan
Teknologi Proses Industri Petrokimia, Politeknik Industri Petrokimia Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hubungan Aktivitas Petrokimia terhadap Kelimpahan Mikroplastik di Perairan dan Sedimen Pantai Sekucing (Kab. Kendal), Pantai Karangjahe dan Caruban (Kab. Rembang) Denny Hendrik Nainggolan; Amelia Naomi Agustina; Haryo Mubiarto
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.54213

Abstract

Pencemaran mikroplastik menjadi isu lingkungan di kawasan wisata pantai. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelimpahan, karakteristik, dan sumber mikroplastik serta upaya penanggulangannya di Pantai Sendang Sikucing (Kendal), Pantai Karang Jahe, dan Pantai Caruban (Rembang). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengambilan sampel air dan sedimen berdasarkan SNI 8995:2021. Identifikasi mikroplastik dilakukan melalui penyaringan basah, oksidasi peroksida, pemisahan densitas, mikroskopi, dan analisis FT-IR. Hasil menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik tertinggi di perairan ditemukan di Pantai Karang Jahe (0,26315 partikel/m³), sedangkan pada sedimen juga tertinggi di lokasi yang sama (0,38768 partikel/kg). Jenis mikroplastik yang ditemukan meliputi fragmen, serat, dan film. Sumber utama berasal dari aktivitas industri, pelabuhan, perikanan, pariwisata, dan pemukiman. Disimpulkan bahwa pencemaran mikroplastik di pantai perlu ditangani melalui edukasi publik, insentif pengurangan sampah plastik, dan penegakan aturan terhadap pelanggaran.  Microplastic pollution has become a major environmental issue in coastal tourist areas. This study aims to analyze the abundance, characteristics, and potential sources of microplastics, as well as mitigation strategies, at Sendang Sikucing Beach (Kendal), Karang Jahe Beach, and Caruban Beach (Rembang). A quantitative descriptive method was used, with water and sediment samples collected in accordance with SNI 8995:2021. Microplastic identification involved wet sieving, wet peroxide oxidation, density separation, microscopy, and FT-IR analysis. Results show the highest microplastic abundance in seawater at Karang Jahe Beach (0.26315 particles/m³) and in sediment at the same site (0.38768 particles/kg). Identified microplastics include fragments, fibers, and films. Main sources include industrial, port, fisheries, tourism, and residential activities. The study concludes that microplastic pollution in coastal areas requires public education, incentives for plastic reduction, and strict enforcement of environmental regulations.
Pemetaan dan Analisis Kesesuaian Ekowisata Pantai Berbasis Industri Petrokimia Berkelanjutan di Pantai Pasir Panjang Pulau Sangiang, Banten Denny Hendrik Nainggolan; Amelia Naomi Agustina; Ihsan Wiratama
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.55298

Abstract

Pantai Pasir Panjang di Pulau Sangiang, Provinsi Banten, merupakan kawasan pesisir dengan karakteristik oseanografi dan ekosistem yang relatif alami serta memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ekowisata pantai berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis tingkat kesesuaian ekowisata pantai berbasis keberlanjutan dengan mempertimbangkan kondisi fisik pantai, dinamika oseanografi, kualitas lingkungan perairan, serta keterkaitannya dengan aktivitas industri petrokimia di wilayah pesisir Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif yang dipadukan dengan analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Parameter yang dianalisis meliputi tipe dan kemiringan pantai, lebar pantai, tinggi dan periode gelombang, pasang surut, kedalaman perairan, kualitas air laut, vegetasi pantai, serta dinamika abrasi. Tingkat kesesuaian ekowisata dianalisis menggunakan metode Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) berbasis pembobotan dan penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Pasir Panjang memiliki kondisi gelombang rendah hingga sedang, perairan dangkal, kualitas air laut yang masih berada dalam ambang baku mutu, serta laju abrasi pantai yang relatif rendah dan bersifat lokal. Nilai IKW menunjukkan bahwa kawasan ini tergolong pada kategori sesuai hingga sangat sesuai untuk pengembangan ekowisata pantai berbasis konservasi dan edukasi lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan ekowisata pantai di Pulau Sangiang dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui pengelolaan terpadu yang mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, dan peran kawasan sebagai zona penyangga dalam mendukung industri petrokimia berkelanjutan di wilayah pesisir.