Ekosistem mangrove Pantai Tirang merupakan kawasan dengan vegetasi tropis di zona intertidal yang memiliki berbagai manfaat. Namun, nyatanya pemanfaatan mangrove terancam oleh pencemaran seperti sampah plastik. Plastik merupakan polimer sintesis yang sulit terurai sehingga menjadi sampah yang menumpuk dan bermuara di ekosistem mangrove. Adanya upaya penanggulangan sampah plastik menggunakan mikroorganisme yang telah banyak dilakukan mendorong eksplorasi jamur Aspergillus pada sedimen ekosistem mangrove sekaligus potensinya dalam mendegradasi plastik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan isolat dan potensi isolat jamur Aspergillus sp. dalam degradasi plastik LDPE (Low Density Polyethylene), dan mengidentifikasinya secara mikroskopis. Penelitian ini dilakukan pada Januari-Juni 2024 menggunakan metode pendekatan ekperimental dengan pengambilan sampel sedimen secara purposive pada 3 stasiun. Isolasi sampel sedimen menghasilkan 72 isolat yang terdiri atas Aspergillus sp., Mucor sp., Trichoderma sp., Absidia sp., Rhizomucor sp., Penicillium sp.,Fusarium sp., Saccharomyces sp., dan Rhizopus sp. Aspergillus sp. menjadi jenis jamur dengan kelimpahan tertinggi yaitu sebanyak 29 isolat atau sebesar 40,3%. Uji potensi jamur Aspergillus sp. dalam biodegradasi plastik LDPE menunjukan bahwa isolat yang berbentuk bulat dan berwarna hitam mampu mendegradasi plastik dengan nilai efisiensi mencapai 18,47% pada hari ke 28. Identifikasi mikroskopis menunjukan bahwa isolat jamur potensial yang digunakan dalam uji biodegradasi plastik LDPE mengarah pada Aspergillus niger.