Sampe, Naomi
Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Toraja

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meretas Kecakapan Komunikasi Interpersonal Keluarga Kristen Memasuki Era 4.0 Sampe, Naomi
BIA Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.271 KB) | DOI: 10.34307/b.v2i1.84

Abstract

This article is a study to show that in these days, we all are living in the time that named industry revolution 4.0, which’s all communication tool are connected and communicate each other to make smart decisions without human role. As we see now that our world is borderless. The communication is rapidly informed, and we could feel, hear, see clearly that such as sophisticated so as every event in “the edge of this earth” could be known to us almost in the same time while it happened. The result of this research has found that this revolution has totally changed our interpersonal communication way. This study also suggests that in delivery of their mission, christian and the church leader ought to recreate and transform their duty to serve. The most basicly community of the churc is family, thats why this research is put a special notice to the interpersonal communication. This is the strategic point to form christian generation to have their own identity and assist them in faith grow as the child of God. AbstrakTulisan ini merupakan studi yang hendak menyajikan bahwa kita semua sudah berada dalam budaya kehidupan yang disebut Era 4.0, di mana semua alat komunikasi sudah terjaring satu sama lain dan ternyata telah sanggup mencipta sendiri keputusan cerdas dan seringkali tanpa peran atau bantuan manusia lagi. Sekarang yang disaksikan adalah dunia yang tanpa batas. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa era sekarang telah mengubah cara kita berkomunikasi secara interpersonal. Tulisan ini juga hendak menggagas bahwa dalam rangka melayankan misinya, kekristenan dan para pemimpin gereja seharusnya mencipta ulang dan atau mentransformasi tugas pelayanan mereka. Dalam hal ini, komunitas basis dari gereja adalah keluarga, itu sebabnya penelitian ini memberi tekanan khusus pada komunikasi interpersonal; karena ini adalah pintu masuk yang strategis untuk membentuk generasi kristen agara mereka memliki identitas diri dan mendampingi mereka dalam bertumbuh secara iman sebagai anak Tuhan. Pada masa kini, kita semua sudah berada dalam budaya kehidupan yang disebut Era 4.0, yang mana komputer yang sudah terjaring satu sama lain ternyata telah sanggup mencipta sendiri keputusan cerdas dan seringkali tanpa peran atau bantuan manusia lagi. Perkembangan dalam abad ketiga sekarang ini telah diwarnai dengan digitalisasi segala sektor dan dicirikan dengan ketidakpastian. Sekarang yang disaksikan adalah dunia yang tanpa batas. Komunikasi tercipta makin cepat, dan setiap orang dapat merasa, mendengar dan melihat dengan jelas bahwa segala bentuk temuan teknologi yang canggih di setiap ujung dunia manapun, kini dapat kita ketahui langsung dan bersamaan ketika peristiwa itu terjadi. Secara menyeluruh, era ini telah mengubah cara kita berkomunikasi secara interpersonal. Dalam rangka melayankan misinya, maka kekristenan dan para pemimpin gereja seharusnya mencipta ulang dan atau mentransformasi tugas pelayanan mereka. Dalam hal ini, komunitas basis dari gereja adalah keluarga, itu sebabnya penelitian ini memberi tekanan khusus pada komunikasi interpersonal; karena ini adalah pintu masuk yang strategis untuk membentuk generasi kristen agara mereka memliki identitas diri dan mendampingi mereka dalam bertumbuh secara iman sebagai anak Tuhan.
Keadilan Dalam Bisnis Gadai Sampe, Naomi
BIA Vol 1, No 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.292 KB) | DOI: 10.34307/b.v1i1.15

Abstract

The habit of debit and credit has become tradition in human culture as far back as. The system of debit and credit also happened in outgrowth. In hundreds years, it expand  from barter system in primitive society towards variety methods, until now. There are many ways for people to get loans, and morover in easier manner. The commonly way in taking the allowance is by using bailed out. Thats why,nowdays there so many institution or person pop out to offer a term loan, such as bank, cooperative (enterprise) that emerge in saving and loan, credit union, financing instituion, loan office, and even moneylender. This research is needed to help emerge any understanding into some problem solving on how the christian ethics addressing the alternatives to face this problem of pawning.AbstrakBudaya utang piutang telah menjadi tradisi dalam masyarakat sejak dahulu. Sistem transaksi utang piutang juga mengalami perkembangan. Dari sistem barter dalam masyarakat primitif sederhana, berkembang melalui ratusan tahun menjadi berbagai macam cara hingga saat ini. Cara-cara yang dapat ditempuh untuk mendapatkan pinjaman saat ini beragam dan semakin mudah metodenya. Yang paling umum dilakukan adalah mengambil kredit dengan memberikan jaminan. Lantas, bermunculanlah berbagai lembaga/orang yang dapat memberikan pinjaman dengan bunga yang disepakati, seperti bank, koperasi simpan pinjam, credit union, lembaga finance dan pegadaian bahkan rentenir dengan resiko masing-masing. Masalah ini memerlukan kajian penelitian untuk memberi pandangan etis kristiani sebagai salah satu alternatif teologi menghadapi persolan bisnis gadai ini.