Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pendidikan Kristen untuk Pembentukan Karakter Generasi Alfa di Era Digital: Analisis Teologis dan Strategi Praktis setiaman larosa; Franciskus Salabbaet
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 8 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v8i2.112

Abstract

Generasi Alfa adalah generasi yang lahir dan tumbuh dalam dunia digital. Sejak kecil mereka sudah terbiasa dengan gawai, internet, dan berbagai bentuk teknologi. Di satu sisi, kemajuan ini membawa banyak peluang, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan serius dalam pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, kesabaran, dan empati mulai tergerus oleh budaya instan dan individualisme digital. Pendidikan Kristen, sebagai wahana pembentukan iman dan nilai, dituntut untuk hadir secara relevan dalam membentuk karakter generasi ini tanpa kehilangan esensi teologisnya. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan: bagaimana pendidikan Kristen dapat membentuk karakter generasi Alfa di era digital dari sudut pandang teologis dan kontekstual? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, mengkaji sumber-sumber teologis, Alkitabiah, serta hasil riset terbaru tentang generasi muda dan digitalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Kristen tetap relevan jika mampu mengintegrasikan nilai-nilai iman dengan pendekatan yang sesuai zaman. Pembentukan karakter melalui kasih, keteladanan, dan pendampingan menjadi kunci, di mana keluarga, gereja, dan sekolah Kristen harus bekerja sama. Teknologi bukan penghalang, melainkan dapat menjadi sarana efektif jika digunakan secara bijak. Penelitian ini menegaskan bahwa di tengah tantangan era digital, pendidikan Kristen tidak hanya tetap dibutuhkan, tetapi justru menjadi harapan untuk membentuk generasi yang berakar kuat dalam nilai Kristiani.
Pelatihan Pekabaran Injil untuk Anak-Anak Sekolah Minggu di GBI Soli Deo Gloria Perdagangan serepina hasibuan; Setiaman Larosa; Justinos Ray Nainggolan; Melisa Febristira Nababan; Vrence Mika Mamoribo
Devotion: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak Sekolah Minggu merupakan kelompok strategis dalam pembentukan iman Kristen sejak dini. Namun, dalam praktik pelayanan gerejawi, mereka kerap diposisikan sebagai penerima pasif pengajaran, bukan sebagai subjek yang dilatih untuk terlibat aktif dalam pekabaran Injil. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan akan model pelatihan pekabaran Injil yang kontekstual, komunikatif, dan sesuai dengan dunia anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membekali anak-anak Sekolah Minggu usia 7–14 tahun dengan pemahaman dan keterampilan dasar dalam pekabaran Injil melalui pendekatan kreatif dan partisipatif, berlandaskan Roma 10:14 dengan tema “Ceritakan Yesus kepada Mereka!”. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang dirangkai dengan ibadah kreatif, pemaparan materi, diskusi kelompok, simulasi, permainan, dan kuis interaktif. Dalam pelatihan ini digunakan alat peraga Buku Tanpa Kata (BuTaKa) sebagai media utama untuk menolong anak-anak memahami dan menyampaikan pesan Injil secara sederhana dan visual. Kegiatan melibatkan tujuh gereja yang mengutus anak-anak Sekolah Minggu dengan target 50 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang makna bersaksi, keberanian dalam menceritakan Yesus kepada orang lain, serta keterlibatan aktif selama proses pelatihan. Pendekatan ibadah kreatif berbasis BuTaKa terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang hangat, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak.