Fransin Polnaya
Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aplikasi Konsentrasi Hir Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Anthony Walsen; Herman Rehatta; Marthini Lesilolo; Fransin Polnaya
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 12 No 2 (2023): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajibt.v12i2.10548

Abstract

Sawi (Brasssica Junsea L.) merupakan salah satu sayuran daun penting yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat memasok vitamin dan mineral bagi tubuh manusia. Kotoran sapi segar dapat dimanfaatkan sebagai sumber beberapa unsur hara bagi tanaman sawi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mempelajari sejauh mana hir berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi dan (2) untuk mendapatkan konsentrasi hir yang tepat bagi pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Hir yang diaplikasikan pada tanaman sawi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan produksi dan (2) Hir pada konsentrasi tertentu menghasilkan pertumbuhan optimal. Penelitian ini dilaksanakan di dusun kayu Putih, negeri Soya-Kota Ambon yang berlangsung dari bulan April 2023 sampai dengan Juni 2023. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak lengkap berblok dengan satu faktor konsentrasi hir. Perlakuan konsentrasi hir terdiri dari tujuh aras dengan tiga ulangan sehingga total berjumlah 21 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari enam populasi tanaman, sehingga total tanaman berjumlah 126 tanaman. Aras konsentrasi hir terdiri dari tujuh aras, yaitu : H0 (tanpa hir); H1 = hir 16,66 % H2= hir 20 %, H3 = hir 25 %, H4 = hir 33 %, H5 = hir 50 %, H6 = hir 100 %r. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi hir segar memberikan pengaruh signifikan terhadap peubah luas daun, tinggi tanaman dan bobot segar tanaman. hir segar dengan konsentrasi ekstrak 1/air 6 menghasilkan bobot segar tanaman yang lebih tinggi dan signifikan terhadap aras konsentrasi lainnya.
Respons Benih Kopi Tuni (Coffea canephora) pada Fase Pembibitan pada Kondisi Defisit Air Kapasitas Lapang Ilyas Marzuki; Fransin Polnaya; Fajrin .
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 12 No 2 (2023): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajibt.v12i2.10929

Abstract

Penelitian ini mengkaji respons perkecambahan dan pertumbuhan bibit kopi Tuni (Coffea canephora sp.) pada kondisi defisit air kapasitas lapang (KL). Dua faktor/perlakuan yang diuji, persentase defisit air KL dan interval pemberian air rehidrasi. Defisit air diberikan empat taraf: 100% KL, 75% KL, 50% KL, dan 25% KL, sementara pemberian air rehidrasi diberikan tiga taraf : interval 5, 7, dan 9 hari. Kombinasi perlakuan ditata menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defisit air KL pada fase perkecambahan berpengaruh signifikan terhadap Daya berkecambah benih dan panjang akar, tetapi tidak signifikan terhadap panjang hipokotil. Pada fase bibit, defisir air KL dan frekuensi rehidrasi termasuk interaksinya tidak berpengaruh terhadap pertambahan tinggi bibit, luas daun, dan laju pertambahan tinggi bibit. Namun demikian, laju pertambahan luas daun secara signifikan dipengaruhi oleh interaksi antara Defisit air KL dan Frekuensi rehidrasi. Disimpulkan bahwa defisit air hingga 100% KL selama periode perkecambahan (selama dua bulan) justeru memperbaiki daya berkecambah benih kopi Tuni, namun tidak pada fase bibit.