A. Marthin Kalay
Program Pascasarjana Universitas Pattimura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Tanah dan Status Kesuburan Lahan Ladang Berpindah di Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat Daya Niko Kareth; Rafael M. Osok; A. Marthin Kalay; Abraham Talahaturuson
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 14 No 1 (2025): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v14i1.18675

Abstract

Sistem perladangan berpindah menunjukkan beberapa kesamaan, namun juga memiliki variasi tergantung pada kondisi biofisik wilayah dan budaya masyarakat, terutama dalam aspek sosial dan ekonomi yang memengaruhi pola penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) karakteristik lahan ladang berpindah, (2) status kesuburan tanah, dan (3) arahan pemanfaatan lahan ladang berpindah untuk pengembangan tanaman pangan lokal di Kabupaten Maybrat. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2024 di lahan ladang berpindah Kampung Huberita, Distrik Ayamaru Timur. Variabel yang diamati meliputi karakteristik lahan (jenis tanah, geologi, topografi, penggunaan lahan, sistem tanam, jenis komoditas), sifat fisik tanah (kadar air, bobot isi, berat jenis partikel, porositas), sifat kimia tanah (pH, KTK, KB, C-organik, N-total, P₂O₅, K₂O, dan basa-basa seperti Ca, Mg, Na, K), Hasil menunjukkan bahwa praktik tebang-bakar memengaruhi sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Kadar air dan bobot isi tanah meningkat pada lahan berumur 3 minggu dan 3 bulan, namun permeabilitas tanah menurun akibat rendahnya kandungan bahan organik. pH tanah meningkat, sementara C-organik menurun pada umur 3 bulan. K dan P tersedia sangat tinggi, terutama di Ayamaru. KTK meningkat seiring naiknya kadar Ca dan Mg. Secara keseluruhan, kesuburan meningkat sementara waktu, tetapi mulai menurun setelah bulan ketiga karena berkurangnya bahan organik dan unsur hara.
Pupuk Hayati dan Kepadatan Tanaman: Strategi Peningkatan Produktivitas Jagung Manis (Zea mays var. saccharata, Sturt) Hengky Wattimena; A. Marthin Kalay; Anthony Walsen; Abraham Talahaturuson
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 14 No 2 (2025): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v14i2.22761

Abstract

Increasing sweet corn productivity sustainably can be achieved through environmentally friendly cultivation techniques, including the use of biological fertilizers and plant population regulation. This study aims to evaluate the effects of combining different types of biofertilizers and the number of seeds per planting hole on the growth and yield of sweet corn. The experiment was arranged using a random design of a factorial group with two factors, namely three types of biological fertilizers (Bacillus spp. consortium, Azotobacter chrococcum–Trichoderma harzianum, combination, and Bion Up®) and three levels of seed count (1, 2, and 3 seeds per hole). The results showed a significant interaction between the two factors on several growth and yield parameters, including plant height (35 HST), weight of 100 seeds, weight of fruit without leaves, fresh weight of economy, and biomass. The combination of Bacillus spp. with two seeds per hole yields the highest weight of 100 seeds, while the combination of Bacillus spp. with three seeds per hole yields the highest weight of fruit without loam.