Nurpatmawati
Universitas YPIB Majalengka

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBUATAN MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI MENGGUNAKAN TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk) UNTUK PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Eti Haryati; Siti Pandanwangi TW LUGINA; Esra Reinanda Nabila; Nurpatmawati
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 1 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Protein dan karbohidrat merupakan komponen penting dalam media pertumbuhan bakteri. Tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang diperlukan oleh bakteri Staphylococcus aureus untuk tumbuh dan berkembang biak. Tujuan penelitian ini untuk menentukan berat tepung biji nangka yangpaling baik sebagai media pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan media tepung biji nangka berat 2 gram, 2,5 gram dan 3 gram ditambah aquadest dan agar rose serta nutrient agar sebagai kontrol positif, dengan bakteri pengenceran 10-4, 10-5 dan 10-6. Data statistik menggunakan analisis varians satu arah (ANOVA) dan uji post hoc-LSD. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan koloni bakteri Staphylococcus aureus dengan media tepung biji nangka pada berat 2 gram dengan pengenceran 10-4, 10-5 dan 10- 6 adalah 260 koloni, 190 koloni, dan 130 koloni. Pada berat 2,5 gram dengan pengenceran 10-4, 10-5 dan 10-6 adalah 290 koloni, 109 koloni, 169 koloni. Pada berat 3 gram dengan pengenceran 10-4, 10-5 dan 10-6 adalah 315 koloni, 268 koloni, 183 koloni. Pada pertumbuhan koloni bakteri staphylococcus aureus pada nutrient agar dengan pengenceran 10-4, 10-5, dan 10-6 adalah 635 koloni, 536 koloni, dan 332 koloni, Kesimpulan diperoleh bahwa media tepung biji nangka dapat digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Media tepung biji nangka berat 3 gram yang  paling baik sebagai media pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus tetapi tidak setara dengan kontrol positif. 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TABLET HISAP KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Eti Haryati; Rizka Noviana Sari; Nurpatmawati; Fitri Zakiah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tanaman sirih hijau (Piper betle L.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) memiliki kandungan tanin, saponin dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Mempertimbangkan kemudahan dalam pemakaian maka ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dan jahe (Zingiber officinale) dibuat sediaan tablet hisap yang lebih praktis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri tablet hisap kombinasi ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) terhadap bakteri Staphylococcus aureus.  Metode penelitian ini adalah eksperimental. Tablet hisap dibuat dengan formula X1 perbandingan ekstrak daun sirih hijau dan rimpang jahe 2:2, formula X2 dengan perbandingan 3:1 dan formula X3 dengan perbandingan 1:3. Kontrol positif yang digunakan kloramfenikol 50 μg dan kontrol negatif yang digunakan tablet hisap tanpa ekstrak daun sirih hijau dan rimpang jahe. Aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan mengukur zona bening pada media agar padat. Hasil zona bening dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona bening yang dihasilkan untuk masingmasing formula yaitu X1 (10mm), formula X2 (8,09 mm), formula X3 (16,02 mm), kontrol negatif (3,22 mm) dan kontrol positif (16,27 mm). Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa tablet hisap kombinasi esktrak daun sirih hijau (Piper betleL.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan formula X3 yang memiliki aktivitas antibakteri paling besar dengan nilai sig ( 0,517 > 0,05). 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULA SABUN PADAT EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Eti Haryati; Nurpatmawati; Elfarida Lapekoli
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/t1yyep48

Abstract

Biji alpukat (Persea americana Mill.) memiliki senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tannin yang merupakan komponen aktif sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sabun padat ekstrak biji alpukat terhadap bakteri Escherichia coli, dan berapa konsentrasi yang paling efektif memiliki aktivitas antibakteri yang paling besar terhadap bakteri Escherichia coli. Uji aktivitas antibakteri dalam penelitian ini menggunakan metode difusi sumuran dengan variasi konsentrasi sabun padat ekstrak biji alpukat berupa variabel X1 yaitu 10%, variabel X2 yaitu 15%, variabel X3 yaitu 20% dan kontrol positif yaitu sabun padat Dettol. Data aktivitas antibakteri dianalisis secara statistik menggunakan analisis varian satu arah (ANOVA). Hasil penelitian uji aktivitas antibakteri formula sabun padat ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) diperoleh pada X1 (10%) dengan zona bening sebesar 2,55 mm, pada X2 (15%) dengan zona bening sebesar 4,33 mm, pada X3 (20%) dengan zona bening sebesar 7,09 mm, pada kontrol positif dengan zona bening sebesar 9,05 mm dan kontrol negatif dengan zona bening 0 mm. Kesimpulan diperoleh bahwa sediaan sabun padat ekstrak biji alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan nilai sig F hitung (134,344) > F tabel (2,95). Sabun padat ekstrak biji alpukat konsentrasi 20% memiliki aktivitas antibakteri paling besar terhadap Escherichia coli dengan nilai sig 0,000 < 0,05.