Salah satu penyebab terjadinya kanker adalah ekspresi berlebih dari HER-2 yang dapat menginduksi dimerisasi sehingga mengakibatkan metastasis pada sel kanker. Antibodi transtuzumab memiliki potensi interaksi pada lys site dengan gugus fungsi azida pada linker dibenzocyclooctyne (DBCO) dan malemeide. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksikan interaksi konjugasi DBCO dan maleimide terhadap transtuzumab pada lys site sebagai linker antibody drug conjugate menggunakan pendekatan molecular docking. Metode docking digunakan untuk mengetahui konformasi dan binding affinity yang terlibat dalam interaksi antara makromolekul (transtuzumab) dan ligannya (DBCO dan maleimide). Molecular docking dilakukan dengan preparasi ligan, preparasi makromolekul, validasi metode molecular docking, docking DBCO dan maleimide dengan protein transtuzumab, serta visualisasi dan analisa data hasil docking. Berdasarkan hasil molecular docking, DBCO linker dan maleimide mampuberinteraksi konjugasi secara identik dengan antibodi transtuzumab melalui ikatan hidrogen (treonin dan serin) serta interaksi hidrofobik (valin, alanin, dan lisin) dengan nilai binding affinity yang baik pada lys site yaitu sebesar -8,5 kkal/mol untuk DBCO dan -5,1 kkal/mol untuk maleimide. Oleh karena itu, diprediksi senyawa DBCO dan maleimide dapat berikatan dengan transtuzumab dan memiliki potensi sebagai antibodi drug conjugate (ADC) yang menargetkan kanker.