Eti Haryati
STF YPIB Cirebon

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Serbuk Instan Perasan Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia, Swingle) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Eti Haryati; Luky Septiansyah A; Nurul Kholifah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 2 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/rbhtd352

Abstract

Seiring dengan berkembangnya jaman yang semakin maju secara tidak langsung mempengaruhi pola konsumsi makanan dan minuman serba instan oleh karena itu berkembang pula minuman kesehatan salah satunya adalah minuman serbuk instan. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia, Swingle) memiliki potensi besar sebagai obat pencegah infeksi gigi dan mulut.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serbuk instanperasan kulit buah jeruk nipis terhadap bakteri Streptococcus mutans. Metode pembuatan serbuk instan menggunakan metode Foam mat drying. Evaluasi sediaan meliputi mutu kimia, mutu fisik dan mutu organoleptik. Uji stabilitas sediaan menggunakan metode dipercepat selama 1 bulan dengan suhu penyimpanan 40 C, 250 C dan 400 C. Metode penelitian secara eksperimental menggunakan metode difusi sumuran dalam medium nutrien blood dan darah segar.  Hasil penelitian menunjukan serbuk instan perasan kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia, swingle) dengan zat aktif anti bakteri flavonoid memiliki aktivitas anti bakteri terhadap Streptococcus mutans dengan konsentrasi 20%, 30% dan 40% yaitu 5,34 mm, 6,40 mm, dan 7,93 mm. Daya aktivitas terbesar terdapat pada konsentrasi 40% yaitu 7,93 mm. 
UJI EFEKTIVITAS SUSPENSI EKSTRAK DAUN SONGGOLANGIT (Tridax procumbens L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN Badruzzaman; Eti Haryati; Hendrik Susanto
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/a1dzt793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan pada kadar berapa ekstrak daun Songgolangit (Tridax procumbens L.) dapat menurunkan kadar asam urat pada tikus putih jantan. Penelitian ini didasarkan pada suatu permasalahan penyakit asam urat yang banyak menyerang penduduk Indonesia. Penyakit ini merupakan hasil akhir dari katabolisme (pemecahan) suatu zat yang bernama purin. Asam urat merupakan hasil penumpukan dari zat purin yang berlebihan. Zat purin adalah zat alami yang merupakan hasil metabolisme dari DNA dan RNA. Telah dilakukan pengujian efektivitas ekstrak dau Songgolangit (Tridax procumbens L.) terhadap penurunan kadar asam urat pada tikus putih jantan yang diinduksi kalium bromat. Uji dilakukan terhadap 50 ekor tikus putih jantan menggunakan metode statistik dengan berbagai konsentrasi ekstrak daun Songgolangit 15%, 20%, 25%, suspensi Alopurinol dan suspensi CMC 1%. Diperoleh perbedaan pada setiap konsentrasi ekstrak daun Songgolangit, konsentrasi paling efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada tikus putih jantan adalah pada konsentrasi 15%, karena bahan yang dibutuhkan lebih sedikit dan sudah mempunyai efektivitas yang sama dengan kontrol positif.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Canangium odoratum Baill) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Eti Haryati; Adi Zakaria
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/0dt49e05

Abstract

Kenanga (Canangium odoratum Baill) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang berasal dari bagian bunganya. Minyak atsiri kenanga dapat digunakan sebagai antibakteri. Antibakteri digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit diantaranya yaitu infeksi. Staphylococcus aureus adalah mikroorganisme flora normal yang banyak berada di kulit dan jika tumbuh berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti selulitis, impetigo, bisul dan jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga (Canangium odoratum Baill) yang dibuat sediaan gel sebagai antibakteri dengan konsentrasi minyak atsiri 1%, 5% dan 7%. Jenis penelitian ini adalah experimental yaitu melakukan percobaan dan pengamatan pada objek yang sedang ditetili. Metode yang digunakan ialah in-vitro. Pengujian antibakteri dilakukan terhadap bakteri staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi sumuran pada media agar. Zona bening yang muncul di media agar digunakan sebagai parameter bahwa terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan uji maupun kontrol. Analisis data menggunakan parameter uji Normalitas, Homogenitas, Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian diperoleh bahwa sediaan uji yang memiliki daya antibakteri adalah konsentrasi 5% dan 7% dengan nilai diameter zona bening masing-masing 6,1 mm dan 7,01 mm.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Canangium odoratum Baill) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Eti Haryati; Adi Zakaria
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/j55qem09

Abstract

Kenanga (Canangium odoratum Baill) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang berasal dari bagian bunganya. Minyak atsiri kenanga dapat digunakan sebagai antibakteri. Antibakteri digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit diantaranya yaitu infeksi. Staphylococcus aureus adalah mikroorganisme flora normal yang banyak berada di kulit dan jika tumbuh berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti selulitis, impetigo, bisul dan jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga (Canangium odoratum Baill) yang dibuat sediaan gel sebagai antibakteri dengan konsentrasi minyak atsiri 1%, 5% dan 7%. Jenis penelitian ini adalah experimental yaitu melakukan percobaan dan pengamatan pada objek yang sedang ditetili. Metode yang digunakan ialah invitro. Pengujian antibakteri dilakukan terhadap bakteri staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi sumuran pada media agar. Zona bening yang muncul di media agar digunakan sebagai parameter bahwa terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan uji maupun kontrol. Analisis data menggunakan parameter uji Normalitas, Homogenitas, Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian diperoleh bahwa sediaan uji yang memiliki daya antibakteri adalah konsentrasi 5% dan 7% dengan nilai diameter zona bening masing-masing 6,1 mm dan 7,01 mm.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KRIM EKTRAK DAUN PUCUK MERAH (Syzygium oleana) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Eti Haryati; Euis Diah Pitaloka
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/36z2ty33

Abstract

Tanaman Pucuk Merah (Syzygium oleana) mengandung zat aktif flavonoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas krim ekstrak daun pucuk merah (Syzygium oleana) terhadap bakteri Staphylococcus aureus serta mengetahui konsentrasi krim ekstrak daun pucuk merah (syzygium oleana) yang paling besar aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Formulasi krim ekstrak daun pucuk merah (Syzygium oleana) yang digunakan dalam penelitian ini adalah Konsentrasi 0,5 %, konsentrasi 1%, dan konsentrasi 2%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan metode difusi sumuran untuk uji aktivitas antibakteri krim ekstrak daun pucuk merah (Syzygium oleana). Pengamatan dilakukan dengan mengukur zona bening disekitar sumuran dengan menggunakan penggaris. Hasil penelitian menunjukan bahwa krim ekstrak daun pucuk merah (syzygium oleana) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan Konsentrasi 0,5 % zona bening yang dihasilkan 0,49 cm, konsentrasi 1% zona bening yang dihasilkan 0,82 cm, konsentrasi 2% zona bening yang dihasilkan 1,05 cm. Krim ekstrak daun pucuk merah (Syzygium oleana) dengan konsentrasi 2% yang paling besar aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yaitu sebesar 1,05 cm.
Uji Aktivitas Antibakteri Pasta Gigi Ekstrak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L) Terhadap Bakteri Lactobacillus achidophilus Eti Haryati; Ria Wahyu Pratiwi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/57dym617

Abstract

Karies gigi adalah penyakit gigi dan mulut yang masih banyak diderita baik dewasa maupun anak-anak. Lactobacillus acidophilus merupakan penyebab dominan karies gigi. Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L) mempunyai senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang bekerja sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas pasta gigi ekstrak biji jintan hitam(Nigella sativa L) terhadap Lactobacillus acidophilus. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Penyarian biji jintan hitam (Nigella sativa L) menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode merasi kemudian dibuat sediaan pasta gigi dengan konsentrasi 6%, 12%, dan 15%. Pasta gigi sasha “herbal” digunakan sebagai kontrol positif dan pasta gigi plasebo “basis” sebagai kontrol negatif. Aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan mengukur zona bening media agar padat. Hasil zona bening dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan Tukey HSD. Evaluasi sediaan pasta gigi yang dilakukan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, tinggi busa, dan daya sebar serta uji stabilitas sediaan pasta gigi dengan metode cycling test. Hasil penelitian terhadap bakteri Lactobacillus acidophilus menunjukan bahwa pasta gigi ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) memilki aktivitas antibakteri di tandai dengan terbentuknya zona bening. Diameter zona bening dari pasta gigi ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) dari konsentrasi 6%, 12%, dan 15% adalah 3,99 mm, 5,67 mm, dan 8,22 mm. Kesimpulan penelitian ini berdasarkan uji Tukey adalah pasta gigi jintam hitam (Nigella sativa) konsentrasi 15% adalah yang paling baik daya aktivitasnya setara dengan kontrol positif , serta pasta gigi ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) telah memenuhi persyaratan evaluasi dan uji stabilitas sediaan.