Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Aktivitas Analgesik Infusa Herba Pegagan (Centella asiatica) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Novita Sari; Nola Harissa; Muhammad Hafidz Abdillah
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.866

Abstract

Nyeri merupakan tanda bahwa terjadi kerusakan jaringan pada tubuh manusia yang menimbulkan perasaan tidak menyenangkan. Penggunaan obat analgesik dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri. Herba pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman yang mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, tanin, alkaloid dan terpenoid yang diketahui dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa nyeri.  Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas analgesik infusa herba pegagan (Centella asiatica) terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan 25 ekor mencit putih jantan yang terbagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok yang diberi aquades sebagai kontrol negatif, Ibuprofen 26 mg/KgBB sebagai kontrol positif dan infusa herba pegagan dengan dosis 300, 400 dan 500 mg/KgBB sebagi kelompok percobaan. Setelah 15 menit, kelompok percobaan diberikan penginduksi nyeri asam asetat 1% secara intraperitoneal. Kemudian diamati jumlah geliat mencit tiap 5 menit selama 60 menit, kemudian ditentukan persentase proteksi dan aktivitas analgesiknya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji one way ANOVA. Hasil analisis fitokimia diketahui infusa herba pegagan (Centella asiatica) positif mengandung flavonoid, alkoloid, tanin, dan terpenoid. Hasil analisis statistik LSD pada taraf kepercayaan 95 % menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan kecuali pada infusa herba pegagan (Centella asiatica) dosis dosis 400 dan 500 mg/KgBB dengan kelompok kontrol positif karena jumlah geliat pada mencit tidak jauh berbeda dengan kelompok kontrol positif, sehingga dapat dikatakan bahwa daya analgesik dosis dosis 400 dan 500 mg/KgBB setara dengan kelompok kontrol positif (Ibuprofen).
EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI KLINIK PRATAMA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA I REGIONAL 7 BANDAR LAMPUNG Nola Harissa; Helda Yutami
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 1 (2025): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/f5ed2z15

Abstract

Klinik Pratama merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker yang memiliki peran penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan dan penggunaan obat yang rasional. Kepuasan konsumen adalah tanggapan atau penilaian dari pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan pasien di Klinik Pratama PT. Perkebunan Nusantara I Regional 7 Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pasien rawat jalan yang berkunjung ke Klinik Pratama pada Bulan Maret 2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara nonprobability sampling dengan metode accidental sampling, sehingga diperoleh jumlah responden sebanyak 250 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berdasarkan lima dimensi servqual yaitu keandalan, ketanggapan, jaminan, bukti langsung, dan empati. Hasil analisis menunjukkan adanya nilai gap pada masing-masing dimensi: keandalan (-0,06), ketanggapan (-0,13), jaminan (-0,13), bukti langsung (-0,07), dan empati (-0,09). Nilai rata-rata harapan pasien adalah 4,43 sedangkan persepsi pasien terhadap pelayanan yang diterima adalah 4,33 sehingga diperoleh selisih (gap) sebesar  (-0,10). Perhitungan Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan nilai sebesar 86,63%, yang mengindikasikan bahwa secara keseluruhan pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan. Berdasarkan pemetaan atribut dalam diagram kartesius, sebagian besar atribut berada pada kuadran B, yang menunjukkan aspek yang perlu dipertahankan untuk menjaga kualitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian di Klinik Pratama PT. Perkebunan Nusantara I Regional 7 Bandar Lampung secara umum telah memberikan tingkat kepuasan yang tinggi kepada pasien. Meskipun demikian, adanya nilai gap pada seluruh dimensi SERVQUAL menunjukkan bahwa masih terdapat ruang untuk perbaikan, sehingga upaya peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan tetap diperlukan guna mempertahankan dan meningkatkan kepuasan pasien.