Kartika Handayani
Universitas Tulang Bawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDAR LAMPUNG Kartika Handayani; Dewi Nuri Asih
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 1 (2025): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/t48hag53

Abstract

Stroke adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya gejala klinis yang berkembang dengan cepat, berupa defisit neurologis fokal dan global, yang bisa semakin parah dan bertahan selama 24 jam atau lebih. Salah satu faktor risiko stroke adalah hipertensi.   Tujuan penelitian ini untuk mengkaji penggunaan obat antihipertensi pada pasien stroke rawat jalan di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung tahun 2023.   Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif yaitu data diambil secara retrospektif dengan teknik purposive sampling dan menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 107 pasien. Parameter yang digunakan adalah tepat pasien, tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat dosis, tepat cara pemberian, dan tepat interval waktu pemberian yang kemudian disesuaikan dengan panduan JNC VIII dan Konsensus penatalaksanaan hipertensi 2019. Hasil penelitian menunjukkan, hasil karakteristik dari 107 pasien yang diteliti paling banyak terjadi pada rentang usia 56-65 tahun sebanyak 45 pasien (42,06%), jenis kelamin laki – laki sebanyak 61 pasien (57%), tekanan darah hipertensi stage 2 sebanyak 60 pasien (56%) dan hasil penelitian dari 107 pasien menunjukkan bahwa seluruh parameter kerasionalan penggunaan obat sebesar 100% kecuali ketepatan pemilihan obat sebesar 98% dan interval waktu pemberian sebesar 92% . Jenis ketidaktepatan penggunaan obat yang ditemukan adalah pemilihan kombinasi obat dari golongan yang sama dan  interval waktu pemberian obat yang tidak sesuai. Hal ini menunjukkan perlunya evaluasi penggunaan obat agar dapat meningkatkan kerasionalan penggunaan obat sesuai dengan panduan yang digunakan.