Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Sustainable Generation: Edukasi 17 SDGs Melalui Mobile Learning Untuk Guru PAUD dan TK Ratna Lindawati Lubis; Muhammad Farhan Ramadhan
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8443

Abstract

Tulisan ini adalah wujud penelitian yang berbasis data empirik dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dana internal Universitas Telkom Skema Pendampingan/Pelatihan pada periode ke-2 tahun 2024. Kegiatan PkM yang dilakukan adalah dalam rangka turut berperan aktif untuk bergerak bersama dalam kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan kapasitas guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) di Yayasan Bunda Ganesha Institut Teknologi Bandung (BG-ITB). Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengintegrasikan nilai-nilai 17 SDGs ke dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi mobile learning. Metodologi melibatkan workshop, simulasi, dan penerapan modul digital yang dirancang untuk pembelajaran interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 guru yang berpartisipasi aktif dalam memahami nilai-nilai 17 SDGs yang diharapkan dapat diterapkan pada kegiatan akademik di lingkungan PAUD dan TK Yayasan BG-ITB. Temuan utama antara lain meliputi: (1) efektifitas platform mobile learning, (2) pemahaman tentang 17 SDGs, (3) pemahaman tentang pengelolaan sampah kota berbasis SDG Target 11.6, dan (4) pengalaman pengguna dan kemudahan akses. Orisinalitas PkM ini terletak pada integrasi teknologi mobile dengan pendidikan berbasis 17 SDGs, yang belum pernah diterapkan di lingkungan Yayasan BG-ITB sekaligus relevan dengan tema konferensi “Empowering Communities for Sustainable Energy, Innovative Policies, and Green Jobs”. Kegiatan PkM ini diharapkan dapat direplikasi dan disesuaikan dengan konteks institusi PAUD dan TK lainnya di Kota Bandung. Pengembangan lebih lanjut edukasi 17 SDGs berbasis mobile learning adalah langkah awal menuju Indonesia Emas 2045, sebab anak usia dini pada hari ini adalah kunci masa depan bangsa.
Pemanfaatan Limbah Pelepah Pisang Berbasis SDG Target 8.3 Kewirausahaan, Kreativitas, Inovasi untuk Pemberdayaan Perempuan di Kelurahan Cipaganti Kecamatan Coblong, Bandung Ratna Lindawati Lubis; Astri Ghina; Muhammad Farhan Ramadhan
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v9i2.9475

Abstract

Pemanfaatan limbah organik sebagai sumber daya ekonomi menjadi pendekatan strategis dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Target 8.3 yang menekankan pentingnya kewirausahaan, kreativitas, dan inovasi. Di Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, limbah pelepah pisang belum dimanfaatkan secara optimal, sementara kelompok perempuan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan melalui pelatihan kriya berbasis limbah pelepah pisang dalam kerangka ekonomi sirkular. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan praktik langsung (experiential learning) melalui pelatihan teknis, diskusi reflektif, dan pembuatan prototipe produk kriya. Kegiatan ini melibatkan 27 peserta perempuan dan dilaksanakan dalam satu hari pelatihan intensif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan 5 indikator berbasis skala Likert dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan produk kriya alas gelas untuk ketrampilan dasar. Terdapat peningkatan pemahaman terhadap konsep ekonomi sirkular dan potensi kewirausahaan lokal. Selain itu, muncul inisiatif untuk membentuk kelompok usaha bersama. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi multipihak berbasis prinsip Pentahelix. Kegiatan ini membuktikan bahwa limbah pelepah pisang dapat menjadi media pemberdayaan perempuan melalui pendekatan kewirausahaan, kreativitas, dan inovasi. Dampak kegiatan tidak hanya pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada perubahan pola pikir terhadap limbah sebagai sumber daya dan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi lokal berkelanjutan.