Rexha Septine Faril Nanda
Universitas Telkom

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Furniture Simpan Sebagai Fasilitas Simpan Pada Kegiatan Administratif Posyandu BUNCIS, Arcamanik, Bandung Fajarsani Retno Palupi; Rexha Septine Faril Nanda; Titihan Sarihati
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10351

Abstract

Posyandu BUNCIS yang berada di kelurahan Cisaranten Bina Harapan, kecamatan Arcamanik, merupakan sebuah lembaga masyarakat yang fokus pada pelayanan pencatatan, pendataan dan edukasi pada masyarakat dengan kategori bayi, balita, ibu hamil, dan lansia. Selama ini Posyandu ini melaksanakan pelayanan yang dilaksanakan secara rutin dengan bekerja-sama dengan PUSKESMAS setempat dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui diskusi dan observasi yang telah dilaksanakan pada lokasi, terdapat adanya permasalahan terkait dengan fasilitas pendukung penyimpanan dokumen-dokumen masyarakat. Fasilitas penyimpanan ini akan mempermudah petugas dalam penyusunan, pengelompokan, dan akses dokumen, sehingga waktu yang dibutuhkan dalam mencari dan menata dapat terlaksana secara baik, hal ini akan berdampak pada pelayanan petugas yang efektif dan efisien pada masyarakat. Tim PKM Telkom University merespons perihal di lapangan dengan mengusulkan solusi adanya penataan dan mengonsepkan fasilitas pendukung penyimpanan yang akan diwujudkan dalam program PKM kali ini. Adapun pertimbangannya adalah dimensi dokumen, jumlah banyaknya dokumen serta kemudahan aksesibilitas secara ergonomi dan antropometri pengguna, pertimbangan solusi tidak lepas dari adanya proses diskusi yang dilaksanakan oleh tim dengan petugas dan ketua Posyandu. Hasil dari program PKM ini diharapkan akan memberikan dampak yang positif pada operasional fasilitas ini.
Furniture Multifungsi: Perancangan Furniture Fasilitas Ajar Anak Usia Dini Dengan Pendekatan Partisipatori Pada Yayasan Miftahul ’Ulum Kiki Putri Amelia; Rexha Septine Faril Nanda; Widyanesti Liriantri; M.N. Azmil Kamalt; Luthfan Haikal Abdillah
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10367

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan bagian penting dalam perkembangan kognitif, sosial, dan motorik anak. Pada tahap ini, anak belajar melalui eksplorasi dan pengalaman langsung, sehingga ruang belajar harus mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Akan tetapi banyak lembaga PAUD di Indonesia masih memiliki keterbatasan fasilitas, terutama ruang dan furnitur yang belum dirancang sesuai kebutuhan anak usia dini. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran yang seharusnya berlangsung dalam suasana aman, nyaman, dan menarik. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah perancangan furnitur aplikatif yang sesuai dengan aktivitas belajar dan metode pembelajaran kreatif. Furnitur tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap ruang, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, fleksibel, tertata, serta aman dan nyaman bagi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada perancangan furnitur aplikatif untuk PAUD di bawah naungan Yayasan Miftahul ‘Uluum. Proses perancangan mengutamakan aspek ergonomi anak, keamanan material, kemudahan perawatan, serta kemampuan furnitur dalam mendukung berbagai aktivitas belajar. Hasilnya tidak hanya berupa rancangan dan prototipe furnitur, tetapi juga kontribusi pengetahuan di bidang desain interior dan ergonomi anak. Dengan furnitur aplikatif yang dirancang khusus, ruang belajar di Yayasan Miftahul ‘Uluum diharapkan menjadi lebih fleksibel, inspiratif, dan berkualitas. Pemilihan warna cerah juga mendukung kenyamanan belajar bagi anak dan guru. Konsep ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga PAUD lainnya.