ABSTRACT Sexually Transmitted Infections (STIs) remain a major public health problem, particularly among young adults including university students. Nursing students in Islamic-based higher education institutions receive not only health-related knowledge but also Islamic values that emphasize self-protection, morality, and healthy behavior. Islamicknowledge is assumed to play an important role in shaping STI prevention behavior through strengthened self-control and value-based decision making. This study aimed to examine the relationship between the level of Islamic knowledge and STI prevention behavior among nursing students at Universitas Muhammadiyah Sukabumi. This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 78 nursing studentsfrom the 2025 cohort selected using total sampling. Data were collected using validated and reliable questionnaires measuring Islamic knowledge and STI prevention behavior. Data analysis included univariate and bivariate analysis using Chi-Square and Fisher’s Exact Test with a significance level of 0.05. The results showed that the majority of respondents had a good level of Islamic knowledge (98.7%) and good STI prevention behavior (97.4%). Fisher’s Exact Test revealed a significant relationship between Islamic knowledge and STI prevention behavior (p = 0.032; p 0.05). In conclusion, Islamic knowledge is significantly associated with STI prevention behavior among nursing students, indicating that strengthening Islamic values within nursing education may contribute to effective STI prevention strategies. Keywords: Islamic Knowledge, Prevention Behavior, Sexually Transmitted Infections, Nursing Students. ABSTRAK Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan, khususnya pada kelompok usia dewasa muda termasuk mahasiswa. Mahasiswa keperawatan pada institusi pendidikan berbasis Islam memiliki karakteristik khusus karena memperoleh pendidikan kesehatan sekaligus penanaman nilai-nilai keislaman yang menekankan penjagaan diri, moralitas, dan perilaku hidup sehat. Pengetahuan keislaman diduga berperan dalammembentuk perilaku pencegahan IMS melalui penguatan kontrol diri dan pengambilan keputusan yang sesuai dengannilai agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan keislaman dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual pada mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 mahasiswa keperawatan angkatan 2025 yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan keislaman dan kuesioner perilaku pencegahan IMS yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- Square dan Fisher Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan keislaman kategori baik (98,7%) dan perilaku pencegahan IMS kategori baik (97,4%). Hasil uji Fisher Exact Test menunjukkan nilai p = 0,032 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan keislaman dengan perilaku pencegahan IMS. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan keislaman berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan IMS pada mahasiswa keperawatan, sehingga penguatan nilai-nilai keislaman dalam pendidikan keperawatan berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif dalam pencegahan IMS. Kata Kunci: Pengetahuan Keislaman, Perilaku Pencegahan, Infeksi Menular Seksual, Mahasiswa Keperawatan.