Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Komunikasi Interpersonal terhadap Regulasi Emosi Anggota Kepolisian (Dit Reskrimsus) Polda Sulawesi Utara dalam Menghadapi Tekanan Publik Tendean, Candy; Kasenda, Rinna Yuanita; Kapahang, Gloridei Lingkanbene
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4280

Abstract

Regulasi emosi merupakan kemampuan individu untuk mengelola, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi secara adaptif sesuai dengan tuntutan situasi. Pada profesi kepolisian, khususnya anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus), regulasi emosi menjadi kompetensi penting karena tingginya tekanan publik, beban kerja, serta risiko konflik dalam pelaksanaan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi interpersonal terhadap regulasi emosi anggota Dit Reskrimsus Polda Sulawesi Utara dalam menghadapi tekanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 65 anggota Dit Reskrimsus yang ditentukan menggunakan teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian terdiri dari Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang dikembangkan oleh Gross dan John untuk mengukur regulasi emosi, serta skala komunikasi interpersonal berdasarkan aspek keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap regulasi emosi dengan kontribusi sebesar 68,5%. Temuan ini mengindikasikan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif berperan penting dalam membantu anggota kepolisian mengelola emosi secara adaptif ketika menghadapi tekanan publik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan komunikasi interpersonal sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia kepolisian.