Paparan asap rokok elektrik dapat menimbulkan stres oksidatif yang berdampak pada penurunan fungsi sel Leydig sebagai penghasil hormon testosteron. Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) kaya akan senyawa antioksidan. Tujuan: Mengetahui pengaruh ekstrak etanol 96% umbi Bawang Dayak terhadap jumlah sel Leydig tikus jantan (Rattus norvegicus) yang dipaparkan asap rokok elektrik serta menentukan dosis yang paling efektif. Penelitian menggunakan desain true experimental dengan 5 kelompok perlakuan: kelompok normal, kelompok kontrol yang diberi paparan asap rokok elektrik + Na-CMC 0,5%, serta tiga kelompok perlakuan ekstrak Bawang Dayak dosis 30, 60, dan 120 Mg/KgBB. Perlakuan diberikan selama 35 hari. Pemeriksaan jumlah sel Leydig dilakukan pada preparat tubulus seminiferus menggunakan pewarna Hematoxylin-Eosin (HE). Data dianalisis uji normalitas Shapiro–Wilk, homogenitas Levene, One-Way ANOVA dan uji post hoc Games–Howell. Rata-rata jumlah sel Leydig bervariasi antar kelompok. Kelompok normal memiliki rata-rata 14 sel dan kontrol negatif 8,6 sel. Pada kelompok perlakuan, dosis 30 mg/KgBB menghasilkan 14,2 sel, dosis 60 mg/KgBB 18 sel, dan dosis 120 mg/KgBB 11,8 sel. Uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan antar kelompok (p = 0,000 < 0,05). Uji lanjut Games–Howell menunjukkan perbedaan antara kontrol negatif dengan dosis 30 mg/KgBB (p = 0,002 < 0,05) dan dosis 60 mg/KgBB (p = 0,000 < 0,05), dosis 120 mg/KgBB tidak menunjukkan perbedaan (p = 0,343 > 0,05). Ekstrak etanol 96% umbi Bawang Dayak berpengaruh terhadap jumlah sel Leydig tikus jantan yang dipaparkan asap rokok elektrik, dengan dosis efektif 30 Mg/KgBB.