Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Peran Koperasi Simpan Pinjam Terhadap Akses Permodalan dan Dana Anggota Pramelani, Pramelani; Suteja, I Gede Novian; Iskandar, Akmal; Marsela, Dea; Aprilianti, Putri Maira; Wijayanti, Wijayanti; Putri, Lativah Amalia Sudarno
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7346

Abstract

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) memainkan peran penting dalam inklusi keuangan di Indonesia, namun efektivitasnya dalam mendukung pembiayaan produktif masih terbatas. Penelitian ini menganalisis peran KSP X cabang Cikampek dalam menyediakan akses permodalan bagi anggotanya melalui analisis mekanisme pembiayaan, struktur bunga, dan sistem mitigasi risiko. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumen. Teknik penelitian ini adalah KSP dipilih secara purposive sampling berdasarkan karakteristik uniknya sebagai koperasi berbasis pekerja industri. Hasil yang diterima dari penelitian di KSP menunjukkan dari 900 anggota, 97,8% adalah pekerja formal dan hanya 2,2% pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Koperasi menerapkan bunga flat 1,9% untuk pinjaman konsumtif dan 1,25% untuk produktif. Dominasi pembiayaan konsumtif mencapai 98,7%, sementara pembiayaan UMKM hanya 1,3% akibat ketidaksesuaian desain produk: tenor pendek (12 bulan), setoran mingguan, simpanan awal Rp. 1 juta, dan persyaratan legalitas yang tidak selaras dengan karakteristik usaha mikro. Di samping itu, sistem mitigasi risiko berbasis slip gaji efektif untuk pekerja formal namun tidak memadai untuk UMKM karena ketiadaan monitoring dan pendampingan usaha. Penelitian ini mengungkap paradoks inklusi-eksklusif: koperasi berhasil melayani pembiayaan konsumtif pekerja formal namun gagal menjangkau pembiayaan produktif UMKM, menunjukkan perlunya diferensiasi produk berbasis risiko dan penguatan kapasitas kelembagaan.