Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ESG Disclosure dalam Perspektif Maqasid Syariah: Jalan Menuju Maslahah atau Ritual Strategis Korporasi? Sinta, Clara; Muzakki, Faiz; Alfarizi, Ikhsan; Ruwary, Cinda Nongfasya; Mukhtaruddin, Mukhtaruddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7366

Abstract

Pelaporan Environmental, Social, and Governance (ESG) pada entitas bisnis syariah seringkali diasumsikan memiliki keselarasan inheren dengan Maqasid Syariah dalam mewujudkan maslahah. Namun, ekspektasi normatif tersebut kerap berbenturan dengan realitas empiris, di mana pengungkapan ESG sangat rentan tereduksi menjadi sekadar ritual strategis korporasi atau shariah-washing. Penelitian ini bertujuan mendekonstruksi dualitas pelaporan ESG antara komitmen etis mewujudkan maslahah versus pragmatisme legitimasi korporasi melalui lensa maqasid syariah, Legitimacy Theory, dan Stakeholder Theory. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif kritis terhadap 20 artikel bereputasi terindeks Scopus yang diterbitkan pada periode 2020–2026. Hasil sintesis mengonfirmasi adanya fenomena narrative-metric gap, di mana pengungkapan entitas syariah didominasi klaim strategis kualitatif yang bersifat governance-heavy namun metric-light, dengan minimnya target kuantitatif terukur. Di sisi lain, implementasi ESG yang substantif terbukti secara empiris mampu memperkuat kinerja keuangan, memitigasi risiko kejatuhan saham, dan menciptakan nilai bagi pemangku kepentingan sebagai manifestasi nyata prinsip hifz al-mal. Penelitian ini merumuskan empat kriteria substantif ESG berbasis maqasid, meliputi operasionalisasi parameter maqasid secara eksplisit dan terukur, peningkatan kualitas tata kelola Dewan Pengawas Syariah, adopsi standar pelaporan yang terstandardisasi dengan assurance eksternal yang independen, serta reorientasi paradigma pelaporan menuju pengukuran dampak sosio-ekologis jangka panjang. Temuan ini mendesak otoritas pengatur dan lembaga standar seperti AAOIFI untuk segera membangun arsitektur Islamic ESG Assurance guna memastikan komitmen korporasi melampaui kepatuhan administratif dan terwujud menjadi keadilan ekonomi serta keberlanjutan yang autentik.
PENGARUH ISLAMIC SOCIAL REPORTING DISCLOSURE (ISRD) TERHADAP STAKEHOLDER TRUST: STUDI PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH INDONESIA Sinta, Clara; Mukhtaruddin, Mukhtaruddin
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Vol. 3 No. 3 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jakpt.v3i3.3589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Islamic Social Reporting Disclosure (ISRD) terhadap stakeholder trust pada lembaga keuangan syariah di Indonesia serta mengidentifikasi kondisi yang menentukan efektivitasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap 32 artikel ilmiah terindeks Scopus dan SINTA dalam lima tahun terakhir, yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan sintesis tematik berdasarkan stakeholder theory dan legitimacy theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISRD pada umumnya berpengaruh positif dalam meningkatkan stakeholder trust melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan pengurangan asimetri informasi, namun efektivitasnya tidak selalu konsisten karena dipengaruhi oleh kualitas tata kelola syariah, konsistensi implementasi, serta preferensi stakeholder. Simpulan, bahwa ISRD berpotensi menjadi instrumen strategis dalam membangun stakeholder trust apabila diimplementasikan secara komprehensif dan substantif, namun dapat menjadi praktik simbolik apabila tidak didukung oleh komitmen nyata dan tata kelola yang kuat.  
Activity-Based Budgeting: Innovative Budgeting or an Efficiency Illusion? : A Systematic Literature Study Sivano, Tamara Theresia; Sinta, Clara; Rizkiyah, Miftahul; Vanesca, Naqiyyah Ghina Kurnia; Sulbahari, Rifani Akbar
Peradaban Journal of Economic and Business Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjeb.v5i1.812

Abstract

This study evaluates the effectiveness of Activity-Based Budgeting (ABB) and Activity-Based Management (ABM) implementation to determine whether these systems constitute a strategic innovation or merely an illusion of efficiency. Employing a Systematic Literature Review (SLR) methodology in accordance with the PRISMA 2020 protocol, this research synthesizes 19 internationally reputable articles published between 2011 and 2025. The findings reveal a significant dialectic in global budgeting practices; while the majority of the literature positions ABB/ABM as a genuine innovation that enhances cost accuracy and resource transparency, the study also uncovers an "administrative illusion." In such cases, systems are often exploited for strategic behavioral manipulation or hindered by organizational cultural resistance. Additionally, neutral outcomes are observed in several contexts due to technical complexities and bureaucratic barriers. This study concludes that the transformation from traditional budgeting to activity-based systems requires robust institutional commitment and advanced data infrastructure to prevent the system from becoming a mere administrative formality. Theoretically, this research contributes to the contingency theory of management accounting, while practically, it provides a framework for organizations to assess their readiness for ABB/ABM adoption. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas implementasi Activity-Based Budgeting (ABB) dan Activity-Based Management (ABM) untuk menentukan apakah sistem ini merupakan inovasi strategis atau sekadar ilusi efisiensi. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) sesuai protokol PRISMA 2020, penelitian ini menyintesis 19 artikel bereputasi internasional yang diterbitkan antara tahun 2011 dan 2025. Temuan menunjukkan adanya dialektika yang signifikan dalam praktik penganggaran global; mayoritas literatur memosisikan ABB/ABM sebagai inovasi nyata yang meningkatkan akurasi biaya dan transparansi sumber daya. Namun, penelitian ini juga mengungkap adanya "ilusi administratif," di mana sistem dieksploitasi untuk manipulasi perilaku strategis atau terhambat oleh resistensi budaya organisasi. Selain itu, hasil netral ditemukan pada beberapa konteks akibat kompleksitas teknis dan hambatan birokrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi dari penganggaran tradisional ke sistem berbasis aktivitas memerlukan komitmen institusional yang kuat dan infrastruktur data yang mumpuni agar tidak menjadi formalitas administratif semata. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada teori kontingensi akuntansi manajemen, sementara secara praktis, penelitian ini menyediakan kerangka kerja bagi organisasi untuk menilai kesiapan adopsi ABB/ABM.