Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pengelolaan Limbah Peternakan melalui Edukasi dan Praktik Pembuatan Kompos Ramah Lingkungan dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat Sari, Devi Tirta; Handoko, Fachrur Rossy; Pujiati, Pujiati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7470

Abstract

Pengelolaan limbah peternakan merupakan upaya strategis dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai guna limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas peternakan. Limbah seperti kotoran hewan, sisa pakan, dan limbah cair berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta mencemari tanah dan air apabila tidak dikelola dengan baik . Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Pleset, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah peternakan, khususnya kotoran kambing, menjadi pupuk kompos ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi. Pada tahap praktik, peserta secara langsung melakukan pencampuran bahan seperti kotoran kambing, sisa pakan, dan aktivator mikroba untuk mempercepat proses fermentasi . Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses pembuatan kompos secara sistematis, mulai dari pencampuran bahan hingga proses fermentasi yang menghasilkan kompos berkualitas dengan ciri berwarna gelap, berbau netral, dan bertekstur gembur. Selain itu, antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan keberhasilan transfer pengetahuan dan keterampilan. Program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran lingkungan, pemanfaatan limbah secara produktif, serta pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia. Lebih lanjut, pemanfaatan kompos juga berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mendorong kemandirian masyarakat serta menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.