This Author published in this journals
All Journal Ebers Papyrus
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FLUOR ALBUS PADA REMAJA PUTRI: PERAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI Jasmine Sasikirana Wisnuputri; Mano, Donatila
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/e0jy8182

Abstract

Tahapan peralihan dari masa kanak-kanak menuju remaja ditandai oleh transformasi fisik, seksual, psikologis, serta sosial yang dapat memicu munculnya berbagai permasalahan kesehatan, termasuk keputihan. Hal ini seringkali disebabkan oleh kurangnya pemahaman remaja putri mengenai kesehatan organ reproduksi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi fluor albus di kalangan siswi SMAN X Jakarta serta mengevaluasi hubungan antara pengetahuan serta perilaku dalam menjaga kesehatan reproduksi dengan kejadian fluor albus. Studi ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan poton glinting (cross-sectional). Data dikumpulkan dari 210 siswi berusia 14-19 tahun melalui kuesioner yang mengevaluasi tingkat pengetahuan, perilaku kesehatan reproduksi, serta kejadian fluor albus. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p-value <0,005. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas responden (73,8%) memiliki pengetahuan yang baik, sementara 54,3% memiliki perilaku kesehatan reproduksi yang memadai. Kejadian fluor albus ditemukan pada 68,1% responden. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan kejadian fluor albus (p = 0,012). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara perilaku kesehatan reproduksi dengan kejadian fluor albus (p = 0,912). Studi ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan memiliki pengaruh terhadap kejadian fluor albus, sementara perilaku kesehatan reproduksi tidak memberikan dampak yang signifikan. Oleh karena itu, peningkatan edukasi terkait kesehatan reproduksi menjadi langkah krusial dalam membantu siswi memahami dan menerapkan tindakan pencegahan yang lebih efektif terhadap fluor albus.