Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Isra Mi‘raj dalam Perspektif Sains Kimia: Kajian atas Batas Rasionalitas Hukum Fisika-Kimia Amelia Putri; Ahmad Radhi Uzair; Anggun Irwanda Sinaga; Davina Syafitri Siregar; Indah Fitriani; Maulana Hasibuan; Nisa Silvani; Yusrah Tri Adzriani; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa Isra Mi‘raj merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam dan sering menjadi objek kajian dalam integrasi antara sains dan agama. Perkembangan ilmu pengetahuan modern, khususnya fisika dan kimia, mendorong berbagai upaya untuk memahami fenomena tersebut melalui pendekatan ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peristiwa Isra Mi‘raj dalam perspektif sains kimia dengan menyoroti batas rasionalitas hukum fisika-kimia dalam menjelaskan fenomena tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah seperti artikel jurnal, buku akademik, dan publikasi ilmiah yang relevan dengan kajian Isra Mi‘raj, teori relativitas, serta konsep-konsep dasar fisika dan kimia. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui proses pengkajian, perbandingan, dan interpretasi terhadap berbagai temuan dalam literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa konsep dalam fisika modern, seperti teori relativitas, dilatasi waktu, dan hubungan ruang-waktu, secara teoritis dapat memberikan gambaran mengenai kemungkinan perjalanan dalam jarak yang sangat jauh dalam waktu yang singkat. Namun demikian, hukum-hukum fisika dan kimia yang dikenal dalam sains modern memiliki keterbatasan dalam menjelaskan fenomena mukjizat secara menyeluruh. Oleh karena itu, peristiwa Isra Mi‘raj dapat dipahami sebagai fenomena yang menunjukkan batas rasionalitas sains sekaligus menegaskan adanya dimensi spiritual dan transendental yang berada di luar jangkauan metode ilmiah.