Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hidup di Antara Dua Budaya: Makna Integrasi Identitas Bikultural (IIB) Pada Dewasa Muda Hasil Perkawinan Campur di Indonesia Riawaty, Erni; Kartin, Ria Handayani; Rahmania, Tia
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman Integrasi Identitas Bikultural (IIB) pada dewasa muda hasil perkawinan campur di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologis, yang berfokus pada pemahaman makna subjektif pengalaman hidup individu bikultural. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur guna memperoleh gambaran mendalam mengenai proses integrasi identitas, dinamika emosional, serta konteks sosial budaya yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua dimensi utama IIB, yaitu persepsi keharmonisan (perceived harmony) dan persepsi perpaduan (perceived blendedness), berkembang secara relatif independen. Individu dapat memaknai dua identitas budaya secara damai tanpa harus meleburkannya menjadi satu identitas yang sepenuhnya menyatu, sementara perpaduan identitas dapat muncul dalam bentuk fleksibilitas peran dan perilaku lintas konteks tanpa selalu disertai konflik emosional. Pembentukan IIB dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi regulasi emosi, fleksibilitas kognitif, dan penerimaan diri yang berfungsi sebagai fondasi dalam mengelola kompleksitas identitas ganda. Faktor eksternal mencakup dukungan keluarga, penerimaan sosial, pengalaman akulturasi, serta minimnya tekanan untuk memilih salah satu identitas budaya, yang dapat memperkuat atau melemahkan proses integrasi identitas. Integrasi identitas bikultural yang harmonis memungkinkan individu merasa nyaman dengan dirinya serta membangun relasi interpersonal yang sehat. Sebaliknya, konflik identitas berpotensi menimbulkan stres sosial, perasaan terasing, dan kebingungan nilai. Dalam konteks perkembangan dewasa muda, IIB berkaitan erat dengan tugas perkembangan psikososial, seperti pembentukan relasi intim, komitmen jangka panjang, dan stabilitas diri. Temuan penelitian menegaskan bahwa IIB merupakan proses adaptif penting bagi kesejahteraan psikologis dan pembentukan identitas dewasa muda, serta berkontribusi pada pengembangan psikologi lintas budaya dan psikologi perkembangan.